
Minahasa – Lokasi dibangunanya monumen Benteng Moraya (BM), yang bakal menjadi ikon pariwisata Kabupaten Minahasa, di Kelurahan Roong Kecamatan Tondano Timur, rencananya juga akan dijadikan areal wisata kuliner Minahasa.
Hal tersebut dikatakan Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, kepada sejumlah media belum lama ini.
Menurutnya, lokasi rumah makan milu bakar yang kini berada di perempatan Boulevard Tondano, akan direlokasi ke kompleks monumen BM, karena selama ini lokasi tersebut tidak sesuai peruntukan.
“Belum lama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa telah mengeluarkan larangan membangun tempat usaha didaerah kios-kios milu bakar yang ada saat ini, dan itu serius karena lokasi tersebut akan direlokasi,” tandas Sajow.
Menurut Sajow, hal ini dimaksud agar penataan Kota Tondano menjadi lebih rapi namun tidak menurunkan nilai perekonomian di Kota Tondano.
“Nanti akan ditata dengan baik agar lebih nyaman untuk dikunjungi pendatang sehingga perekonomian di Kota Tondano tetap hidup,” ujarnya.
Sementara, sejumlah pedagang yang berdagang milu bakar dan sejumlah kuliner Minahasa di lokasi perempatan Boulevard Tondano tersebut merasa khawatir bila nanti direlokasi Pemkab Minahasa.
“Kami khawatir pengasilan untuk menghidupi keluarga kami berkurang, karena saat ini lokasi ini sudah terkenal tak hanya di Minahasa tapi juga di luar Minahasa, sehingga banyak yang datang ke lokasi ini untuk menikmati kuliner Minahasa. Kami berharap pemerintah akan lebih arif akan hal ini,” ujar Rosna K, salah satu pedagang yang kemudian diamenkan sejumlah rekan sesama pedagang.(fernando lumanauw)


























