Minahasa – Dalam rangka menunjang program Swasembada Pangan di Kabupaten Minahasa, Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS), canangkan Gerakan Perbaikan Irigasi (GPI), bertempat di kompleks persawahan Boulevard Tondano, Selasa (20/01) siang tadi, yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan irigasi.
Di sela-sela kegiatan ini JWS mengatakan, seluruh irigasi yang ada di wilayah Kabupaten Minahasa akan menjadi skala prioritas untuk dibersihkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa di tahun 2015 ini.
Menurutnya, Hal tersebut dilakukan guna melancarkan sirkulasi air yang mengalir agar bisa maksimal berjalan lancar dan dapat disuplai pada lahan-lahan pertanian.
“Pencanangan GPI ini dimaksud demi Swasembada Pangan bagi masyarakat yang merupakan Progam Nasional, dan ini dilakukan serentak atas instruksi Presiden RI Jokowi Widodo. Untuk itu kerja keras pimpinan SKPD terkait, sangat diharapkan dalam memajukan pertanian di tanah Toar Lumimuut ini, karena semua itu adalah demi kepentingan masyarakat agar bisa bercocok tanam,” kata Bupati.
Lanjutnya, target ke depan untuk lahan yang ada di wilayah persawahan di Tondano ini akan dilaksanakan penanaman serentak.
“Kelompok tani yang ada saat ini saya minta bekerja samalah dengan baik dalam melaksanakan program kegiatan ini supaya tidak terlalu berharap dana dari APBD. Kalau perlu kita biayai bersama bila anggaran dari Pemkab belum turun,” ajak JWS, sembari berharap agar semua lahan tidur yang ada di persawahan ini dapat dibuka dan dikerjakan menjadi lahan prtoduktif.
“Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas peran turut serta pihak Kodim 1302 Minahasa dalam mensukseskan program ini,” ujarnya.
Sementara, kegiatan ini turut dihadiri Dandim 1302 Minahasa, Letkol Kav Teguh Harry Susanto SE MM, Wakapolres Minahasa, Kompol Andry Harianto, Asisten II Setdakab Minahasa, Dr SW Siagian MA, Kepala BP4K Minahasa, Ir Suhban Torar, Kaban Ketahanan Pangan Minahasa, Ir Nelwan Yunus Runtukahu, Kadis Kelautan Perikanan Minahasa, Ir Arifin Kiay Demak, Camat Tondano Barat, Maya Kainde SH, serja sejumlah pejabat lainnya dan masyarakat tani.(fernando lumanauw)




















