Manado – Warga Desa Tateli Dua, Jaga IV, Kecamatan Mandolang Minahasa, Kamis (09/03/2017) pagi, mendadak gempar. Kasus dugaan pemerkosaan disertai pembunuhan jadi pemicunya. SR(19), mahasiswa Unsrat Manado diduga menjadi korban pelecehan seksual. Sedangkan ibunya, Trini Mamahit (51), dibunuh pelaku misterius.
Dari informasi yang diperoleh, SR berhasil meloloskan diri setelah merontah. Akibatnya, mata dan kepalanya mengalami memar dihantam benda tumpul. Selain itu, tubuh bagian belakang korban mendapat luka tusukan. Hanya menggunakan handuk, korban berlari dan mencari pertolongan.
Budi Sulistyono yang mendengar teriakan korban langsung melaporkan kejadian itu ke Babinsa Tateli. Tak berselang lama, anggota Babinsa Serda Nedi Bulong langsung menuju lokasi dan mendapati SR sudah tak sadarkan diri. Sedangkan ibunya ditemukan tak bernyawa dengan posisi terlentang.
Seketika itu pula, SR dibawa ke rumah sakit Prof Kandou Malalayang untuk mendapatkan perawatan. Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan Tim Identifikasi Polresta Manado, ibunda korban meninggal akibat mendapat cekikan di leher.
“Masih terus kami dalami. Petugas saat ini sementara melakukan olah TKP. Jenasah Trini Mamahit sendiri telah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Kami menduga pelaku lebih dari satu orang. Kejadian awalnya dari pencurian kemudian berujung pada pembunuhan,” terang Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Edwin Humokor, di rumah sakit Kandou Malalayang.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih memburu pelaku pembunuhan dan pemerkosaan, dengan bersandar pada bukti-bukti yang ditemukan di TKP. (jenglen manolong)




















