Manado – Anggota Komisi II Bidang Perekonomian DPRD Sulut, Ferdinand Mangumbahang berpendapat meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah diturunkan pemerintah pusat, rakyat tetap susah, karena di sisi lain pemerintah tetap mencabut subsidi BBM.
“BBM memang seharusnya turun karena sangat berpengaruh dalam perkembangan perekonomian di Indonesia khususnya di Sulawesi Utara. Ditturunkan Rp 1000 saja pemerintah masih sangat untung karena dalam hal ini diturunkannya harga BBM dibarengi oleh pencabutan subsidi,” jelasnya kepada cybersulutnews.co.id.
Ia menegaskan kebijakan penurunan harga BBM ini merupakan strategi pemerintah membuat bingung masyarakat karena penurunan harga BBM saat ini masih sangat menguntungkan bagi pemerintah dan bisa dikatakan belum adil bagi masyarakat karena belum berimbang.
“Ada banyak pakar yang saat ini memprediksikan bahwa ini merupakan jebakan pemerintah dan di pertengahan tahun 2015 akan ada kenaikan yang lebih tinggi dari sebelumnya,” tukasnya. (Ficky Koloay)




















