Mitra – Masyarakat Mitra banyak yang kurang paham soal bahaya rabies, yang banyak didapati pada hewam jenis anjing dan kucing.
Seperti dituturkan Resky Solang, salah satu petugas lapangan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Mitra yang biasanya menyuntikkan vaksin rebies bagi hewan anjing mengaku, masih sangat sulit memberikan pengertian bahaya rabies bagi masyarakat.
Sebab, masih banyak masyarakat yang menolak hewan seperti anjing untuk diberikan faksin.
“Karena warga menolak dengan alasan ajingnya akan mati dan lainnya lagi,” terangnya. Sehingga hal itulah yang menjadi kendala dilapangan. Padahal, kata dia, vaksin sangat dianjurkan untuk melindungi bahaya rabies.
“Penggunaan vaksin pada hewan seperti anjing dan kucing itu memang harus. Karena kalau tidak diberi vaksin, lantas hewan seperti anjing menggigit manusia itu sangat berbahaya. Jadi, pencegahannya dengan menggunakan vaksin,” tuturnya.
Menurut dia, teman seprofesinya juga mengalami kendala demikian. “Itulah kurangnya pemahaman dari masyarakat sehingga banyak yang menolak hewannya divaksinasi rebies,” tuturnya.
Bahkan ditambahkannya bahwa sesuai fakta dilapangan ada warga yang lebih memilih hewan kesayangannya dari pada nyawa. “Ada warga yang didapati seperti itu. Dia lebih memilih anjingnya dari pada nyawanya,” ujarnya.
Kendati begitu, ada juga warga yang secara spontan memberikan anjingnya untuk divaksin. Karena mengerti dengan bahaya dari rabies.
Sementara itu Kepala Distanak Mitra Elly Sangian mengatakan, akan melakukan sosialisasi terkait bahaya rabies dimasyarakat.
“Supaya masyarakat cukup tau dan mengerti akan bahaya rabies seperti apa. Sehingga petugas tidak kesulitan untuk melakukan vaksinasi dilapangan,” tandasnya. (Alfian Jay)




















