Manado – Raut wajah penyesalan nampak pada Meilani Kaunang (22), istri dari Jufri Lahia pelaku pembunuhan warga Kampung Islam kala ditemui Cybersulutnews.co.id, Jumat (07/11) siang di depan ruang sel tahanan Polsek Tuminting.
Dengan wajah murung, wanita yang mengenakan jaket hitam dipadu celana jeans biru hanya duduk diam membungkuk dan sesekali menatap ke dalam ruang sel tahanan Polsek Tuminting.
“Suami saya masuk penjara karena saya. Dia (Jufri) mengetahui hubungan saya dengan korban Jefry Moha,” kata Meilani dengan mata berkaca-kaca ketika diwawancarai Cybersulutnews.co.id.
“Saya sudah berdosa. Semua ini karena saya,” sambung Melani dengan menutup wajah dengan kedua tangannya.
Meilani pun menceritakan kejadian pembunuhan itu berawal ketika ia tiba di tempat kos yang terletak di Kelurahan Paal 4, Lingkungan VI, Kecamatan Tikala sekitar pukul 23.30 WITA, suaminya langsung bertanya soal hubungannya dengan korban Jefry Moha yang tak lain adalah bos Melani di IT Center Manado.
“Mungkin suami saya sudah curiga. Ketika saya tiba di tempat kos suami saya langsung marah. Kami pun sempat berkelahi, hingga akhirnya saya mengaku kalau saya memang mempunyai hubungan dengan korban,” beber Meilani yang menunjukan wajah manisnya yang lecet akibat perkelahian dengan Jufri suaminya.
Ia pun mengakui selama tujuh bulan bekerja di tempat milik korban di IT Center Manado, Melani sudah tiga kali berhubungan badan di beberapa tempat berbeda dengan korban.
“Sudah tiga kali kami berhubungan badan,” aku Meilani malu.
“Tau hubungan kami, suami saya langsung mengajak saya ke rumah korban,” sambungnya.
Setibanya mereka di rumah korban lanjut Meilani, suaminya langsung menanyakan hubungan antara korban dan dia. Tak bisa menahan emosi, pelaku pun langsung menancapkan pisau badik di bagian bahu kiri.
Mendapat tikaman, korban pun kemudian melarikan diri. Sedangkan pelaku dan istrinya langsung kembali ke tempat kos mereka, hingga akhirnya ditangkap polisi.
“Saya tidak tau kalau suami saya membawa pisau. Saya kaget ketika melihat suami saya menancapkan pisau ke arah korban,” kata Meilani lagi sembari menambahkan kalau kejadian penikaman itu terjadi pada pukul 01.00 WITA.
Ia pun menambahkan bahwa dirinya tidak mengetahui jika korban telah meninggal dunia.
“Saya belum tahu kalau korban sudah meninggal,” tutupnya. (jenglen manolong)




















