Menpora Minta Ketua Asprov PSSI Sulut Jackson Kumaat Membenahi PSSI

Ketua Asprov PSSI Sulut, Jackson Kumaat foto selfie dengan Menpora Imam Nahrawi.
Ketua Asprov PSSI Sulut, Jackson Kumaat foto selfie dengan Menpora Imam Nahrawi.
Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi meminta secara langsung kepada Ketua Asprov PSSI Sulut, Jackson Kumaat untuk membantu membenahi PSSI.

Pertemuan Kumaat bersama Menpora pada Kamis (29/04/2015) di kantor Kemenpora RI di Jakarta. Kepada cybersulutnews.co.id, Kumaat mengatakan, dirinya bertemu dengan Menpora selama beberapa jam membahas berbagai hal mengenai PSSI.

“Saya diminta untuk membantu Menpora dalam proses mediasi dengan PSSI. Dan kami berharap agar ISL segera berjalan baik,” kata Ketua KNPI Sulut ini.

Dikatakan Kumaat, dirinya juga memberikan masukan kepada Menpora dalam menyelesaikan masalah di PSSI dengan mengundang semua Klub di ISL, Divisi Utama dan Liga Nusantara.

“Selain itu saya meminta Menpora juga mengundang semua Asprov PSSI se Indonesia, agar persoalan PSSI bisa cepat ada titik temu penyelesaian dan semua kegiatan keolahragaan di PSSI bisa berjalan dengan baik lagi,” terang Kumaat yang digadang-gadang elemen organisasi pemuda di Sulut untuk maju pada pemilihan gubernur (pilgub) di Nyiur Melambai ini.

Apa kata Menpora Imam Nahrawi ? Ketua Asprov Sulut menyampaikan segala masukan dirinya sangat direspon dengan baik oleh Menpora. “Menpora sangat setuju, malah pak Menpora dengan senang hati berfoto selfie dengan saya,” ucap Kumaat.

Seperti diketahui PSSI kembali mengirimkan surat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, pada Rabu (28/4/2015). Melalui surat tersebut, PSSI meminta Menpora mencabut sanksi pembekuan karena AFC dan FIFA sudah memberi teguran.
Dengan pembekuan, maka status PSSI saat ini tidak diakui Pemerintah menyusul Surat Keputusan Menpora pada Jumat (17/4/2015) lalu. SK tersebut menyatakan Pemerintah tidak mengakui segala kegiatan keolahragaan PSSI. Konsekuensinya, hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada Sabtu (18/4/2015) juga tak diakui. (vebry/kcm)

Tinggalkan Balasan