Deklarasi Nusantara Bersatu, JWS: Mari Torang Baku-baku Sayang, Baku-baku Bae, Baku Tongka Deng Baku-baku Kase Inga

Minahasa – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi mengajak seluruh rakyat Minahasa agar tetap bersatu, baku-baku sayang, baku-baku bae, baku-baku tongka, deng baku-baku kase inga bahwa “Indonesia ku Indonesia mu Indonesia kita bersama”.

Hal ini diungkap JWS saat mebawakan orasi kebangsaan dalam kegiatan “Nusantara Bersatu” yang mengangkat tema “Indonesia ku, Indonesia mu, Indonesia kita bersama”, yang diselenggarakan Kodim 1302 Minahasa bekerja sama dengan Pemkab Minahasa dan Polres Minahasa, bertempat di gedung Wale Ne Tou Sasaran Tondano, Rabu (30/11) pagi.

“Mari saya mengajak torang samua, baku-baku sayang, baku-baku bae, baku-baku tongka deng baku-baku kase inga bahwa torang samu satu,” kata JWS.

“Ketika kita mengikat pita merah mutih di kepala kita, kita mengingat akan perjuangan pahlawan kita dalam merebut kemerdekaan yang tidak mudah. Meteka mengorbankan nyawa dan merebutnya dengan air mata dan darah. Kemerdekaan itu diraih bukan hanya satu golongan atau orang tertentu tapi melibatkan perjuangan seluruh rakyat Indonesia, yang didalamnya ada suku, agama ras dan antar golongan,” katanya JWS lagi.

“Kita yang ada saat ini tinggal menikmati kemerdekaan tinggal menikmati hasil perjuangan. Bahkan kita tinggal menikmati jabatan-jabatan yang kita duduki saat ini, baik dalam pemerintahan, TNI maupun Polri dan lainnya,” pungkasnya.

Namun disayangkannya, saat ini ada orang-orang tertentu yang coba merusak persatuan dan kesatuan bangsa dengan menggunakan agama sebagai dalih atau isu-isu lainnya dengan tujuan memecah bela NKRI. Untuk itu, dirinya mengajak, rakyat Minahasa memiliki tekad kuat untuk tetap bersatu, melihat kedepan, menjaga perbedaan yang sesungguhnya menjadikan Minahasa satu.

“Acara ini dilakukan secara serentak di Indonesia dengan tujuan agar Nusantara bersatu melawan radikalisme. Di Minahasa ada berbagai ras, golongan dan agama, tapi yang namanya keharmonisan sangat terasa di Minahasa dan itu harus kita jaga dalam Bhinneka Tunggal Ika. Mari kita satukan visi kedepan agar bangsa ini tetap kuat tetap bersatu, NKRI tetap bersatu Pancasila tetap kokoh, mari kita sama-sama membela bangsa ini menjadi bangsa yang besar,” ujar JWS sembari mengatasnamakan orang Minahasa menyampaikan pernyataan sikap bahwa demo di Jakarta 2 Desember nanti harus menjadi demo damai dan tidak merusak fasilitas negara apalagi menimbulkan tindakan-tindakan anarkis.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan