BITUNG- Menjelang Pilkada walikota dan wawali Bitung yang akan dilaksanakan pada Desember 2015 mendatang, konstalasi politik di kota multi dimensi ini semakin memanas. Apalagi beredar kabar, PKPI yang masih berkuasa saat ini, bakal berkoalisi dengan PDIP.
Menurut salah satu petinggi PKPI yang meminta namnya disimpan mengatakan, partainya tidak menutup pintu bagi partai manapun termasuk PDIP untuk berkoalisi, sepanjang hal itu untuk kepentingan masyarakat luas. “Harus diakui, setelah Hanny Sondakh, PKPI kekurangan figur untuk diusung di Pilwako. Tapi bukan berarti kami tidak akan ikut. Justru dengan kekuatan 6 kursi di DPRD, PKPI jadi incaran banyak figur dan bahkan partai lain untuk berkoalisi,” ujarnya.
Mengenai isu bakal berkoalisi dengan PDIP menurutnya, itu sah-sah saja, karena keduanya memiliki satu idiologi, yakni Pancasila. “Terbuka peluang PKPI berkoalisi dengan PDIP. Apalagi di pusat saat Pilpres lalu, kami sama-sama mengusung Jokowi-JK,” ujarnya.
Bak gayung bersambut, ketua DPC PDIP Bitung, Ir Maurits Mantiri yang belakangan mendapat banyak dukungan dari berbagai kalangan untuk maju sebagai calon Walikota mengatakan, PDIP adalah partai yang terbuka. “Kami pada dasarnya tidak masalah jika harus berkoalisi dengan PKPI. Apalagi memang PDIP butuh partai lain untuk koalisi karena kami harus memenuhi persyaratan 20 persen kursi di DPRD,” ujar Mantiri.
Sekedar diketahui, hubungan ketua PKPI Bitung, yang juga walikota, Hanny Sondakh selama ini dengan PDIP, cukup bagus. Ini terlihat pada setiap kebijakan Hanny Sondakh di pemerintahan, selalu didukung oleh fraksi PDIP di DPRD. PDIP sendiri di Pileg April lalu, hanya memperoleh 4 kursi. Sementara syarat pencalonan, harus memiliki minimal 6 kursi DPRD atau, 20 persen dari total 30 kursi. (Hezky)




















