Pdt Tety: Allah Memberi Hidup Kepada Semua Ciptaan

Mazmur 104:1-18

Pdt Tety Michaela Valen Mandota STh (Nyonya Ranti), Gereja GMIM Firdaus Ranotongkor Wilayah Tanawangko Satu, sebagai Pdt di Gmim Bethesda Mokupa

Tondano – Allah bagi pemazmur adalah Allah yang tidak pernah lalai dalam menjaga dan merawat apa yang diciptakan-Nya. Pemeliharaan Allah adalah bentuk kasih-Nya bagi dunia. Yohanes Calvin dalam buku lnstitutio mengungkapkan: “setelah belajar bahwa Dialah Pencipta segala sesuatu, hendaklah disimpulkan segera bahwa Dia pun mengurus dan merawatnya untuk seterusnya. Dia tidak hanya menggerakkan dengan suatu gerak umum baik bangunan dunia maupun masing-masing bagiannya, tetapi Dia juga merawat, mengasuh dan dengan pemeliharaan yang istimema apa saja dari hal-hal yang telah diciptakan-Nya, sampai burung pipit yang paling kecil pun”, Minggu (8/10/2023).

Kemudian lewat alam ciptaan Tuhan ini, Dia menitipkan untuk kita manusia kelolah, untuk itu jagalah alam ciptaanNya ini, agar supaya kita semua juga dapat menikmati berkat Tuhan dari alam ini.

Melalui dunia yang diciptakan-Nya, Allah memberikan hidup bagi semua ciptaan. Ini sungguh menakjubkan, bahwa sejak dari awal, Allah telah merancangkan sesuatu yang baik bagi manusia dalam alam semesta ini. Allah mempercayakan alam kepada manusia untuk dikelola supaya dipergunakan memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan kebutuhan lainnya. Namun oleh keserakahan manusia hal ini disalahgunakan sebagai bentuk eksploitasi berlebihan terhadap alam.

Akhirnya sesuatu yang Tuhan atur secara baik dan hidup berdampingan secara harmonis menjadi rusak. Alam akhirnya sudah tidak ramah kepada manusia. Hubungan yang tadinya saling memberi manfaat demi kehidupan, sekarang berubah saling membinasakan. Hanya untuk mendapatkan untung ekonomis kita memperoleh rugi ekologis yaitu kerusakan lingkungan, ekosistem, tumbuhan, pencemaran air dan udara. Tak bisa dipungkiri bahwa krisis ekologi yang terjadi saat ini adalah hasil dari pandangan orang yang arogan terhadap alam.

Sikap gereja adalah meneladani karakter Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara. Gereja pun harus melihat alam sebagai sesama ciptaan dalam mewujudkan syalom Allah. Alam memberikan manfaat bagi manusia; memberikan makanan, oksigen, mengurangi polusi udara, untuk kestabilan iklim, obat-obatan herbal, mengatur siklus air dan mencegah bencana. Merusak alam itu sama dengan merusak karya Tuhan.

Sikap demikian merupakan sikap meremehkan dan tidak menghormati Sang Pencipta. Sebagaimana Tuhan tidak ingin kita lalai dari ibadah ritual-seremonial (rajin ke gereja, memberikan persembahan, berdoa, berpuasa, dan sebagainya), Ia juga ingin kita tidak mengabaikan lingkungan sekitar. Kesalehan pribadi, harus juga tercermin dalam kesalehan secara sosial dan lingkungan.(FerdinandRanti)

Tinggalkan Balasan