Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), menggelar sosialisasi Pemenuhan Hak Anak di Bidang Politik sebagai Pemilih Pemula, bertempat di Yama Hotel dan Resort Tondano, Jumat (26/07) pagi.
Kegiatan yang diawali laporan oleh Plt Kepala Dinas PPPA Minahasa, Agustivo Tumundo SE MSi ini, dibuka langsung Penjabat Bupati Minahasa Dr Jemmy Stani Kumendong MSi.
Adapun narasumber dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr Lynda D Watania MM MSi dan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Drs Riviva Maringka MSi, dan diikuti oleh 150 siswa utusan SMA/SMK di Minahasa.
Tumundo, yang juga Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM ini menyampaikan bahwa Sosialisasi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-40, yang selanjutnya akan digelar Lomba Desaian Grafis Poster sesuai tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan peserta siswa-siswa SMA/SMK di Minahasa.
Dalam sambutannya, Bupati Jemmy Kumendong menekankan pentingnya membangun kesadaran dan pendidikan politik yang baik pada anak-anak. Ia menjelaskan bahwa kematangan politik dan demokrasi membutuhkan proses pembelajaran sejak dini, yang harus disesuaikan dengan perkembangan anak. Di Indonesia, proses ini dimulai di sekolah melalui pemilihan ketua kelas dan OSIS, serta di luar sekolah melalui organisasi seperti Forum Anak.
Ditambahkan Kumendong, Pemkab Minahasa melalui Dinas PPPA Kabupaten Minahasa, mendorong anak-anak untuk berperan aktif dalam proses pembangunan sebagai Pelopor dan Pelapor.
“Anak-anak diharapkan dapat menyuarakan hak-haknya dan berpartisipasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan di berbagai tingkatan pemerintahan. Proses ini harus dilengkapi dengan pendidikan politik yang relevan dengan kehidupan nyata” kata Kumendong yang juga Kepala BKD Provinsi Sulut ini.
Dalam upaya meningkatkan pendidikan politik bagi anak, Kumendong menghadap Kab anak-anak dapat menjadi pemilih pemula yang cerdas dengan pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang politik dan Pemilu.
“Jadilah pemilih pemula yang cerdas adalah anak yang mampu mengenali calon yang tepat, memiliki alasan jelas dalam memilih, tidak mudah terpengaruh hoax, serta aktif melakukan pengawasan,” ungkap suami tercinta, Ny Djeneke Kumendong-Onibala.
Bupati menegaskan bahwa praktik kampanye yang tidak ramah anak dan tindakan intimidasi terhadap kelompok anak harus dihindari. Kontestasi demokrasi tahun ini diharapkan berlangsung transparan dan menjunjung tinggi prinsip Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil.
Turut hadir juga, Kadis Pendidikan Tommy Wuwungan SPd MM, Kadis Sosial dr Maya Rambitan MKes, Kadis Perpustakaan Drs Steady Tumbelaka, Sekdis PPPA Josefien Kaurouw SP, para Kabid DPPPA Daine Lantang SE MAP, Irene Rumagit SE MSi, Dra Fivi Lensun dan Ferra Yanti Sendoh SIP.(fernando lumanauw)




















