Mitra – Akhirnya lahan sengketa dilokasi Pasolo, Ratatotok, mendapat ketegasan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra).
Buktinya,Bupati Mitra James Sumendap SH, bersama Kapolres AKBP Benny Bawensel bersama Danramil 1302-11/Ratahan Kap
Inf Purnomo Budi, langsung menertibkan lahan tambang yang terus disengketakan sampai saat ini.
Puluhan aparat gabungan, Satpol-PP, Polres Minsel serta Polisi Kehutanan, diperintahkan untuk membongkar tenda (tempat tinggal sementara) para penambang yang diduga milik Ci Gin tersebut.
Tak hitung lama, tenda tersebut dibongkar paksa tanpa ada perlawanan dari penjaga ditempat tersebut. Tak hanya membongkar, material bangunan langsung dimusnahkan (dibakar) ditempat itu.
Upaya penertiban yang dilakukan pemerintah daerah, menurut Bupati semata-mata untuk mencegah terjadinya konflik dimasyarakat.
“Supaya tidak ada yang makan untung di lahan pertambangan ini. Kalau mau cari makan secara bersama-sama ya. Tapi kalau cari untung mohon maaf. Disini bukan tempatnya,” tegas Sumendap.
Setelah itu, Sumendap kemudian melakukan upaya negosiasi dengan mempertemukan para perwakilan pertambangan dikantor bupati. Dalam arti duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan agar tidak ada lagi konflik yang berkepanjangan.
“Saya undang semua perwakilan penambang untuk duduk bersama. Setelah ini, awal pekan depan (Senin 28/3/2016) lahan tersebut sudah ada aturan main lewat kesepakatan bersama. Tentunya ini akan dijaga ketat oleh aparat gabungan pihak Kepolisian dan Sapol-PP,” sebut mantan anggota dewan propinsi dua periode tersebut.
Langkah Bupati tersebut dikatakan tokoh masyarakat Ratatotok Deker Mamusung, yang juga anggota Dekab Mitra merupakan langkah tepat.
“Saya kira ini langkah yang tepat diambil pemerintah. Supaya tidak ada lagi perselisihan yang diantara dua kelompok yang bertikai hanya gara-gara persoalan lahan tersebut,” ujar Mamusung.
Hanya saja yang menjadi pertanyaan Mamusung, kenapa ada aparat Kepolisian yang sedang berajaga-jaga dilokasi itu. “Kenapa disini haus ada aparat. Sementara lokasi lahan tambang tersebut jelas-jelas berstatus quo atau tidak jelas milik siapa,” serunya.
Sementara Kapolres Minsel AKBP Benny Bawensel SIK, menjelaskan aparat dilokasi itu sengaja disiagakan untuk mencegah terjadinya konflik. “Sengaja ditempatkan supaya tidak ada konflik dari para penambang,” kunci Bawensel.(Alfian Jay)


























