
Tomohon – Pdt Dr Henny Willem Booth Sumakul terpilih sebagai Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM periode 2014-2018. Sumakul akhirnya dipilih dengan suara akhir yakni 1164, Rabu (26/03)
Sumakul mengalahkan Pdt Dr Hein Arina yang memperoleh 271 suara dan Pdt Liesye Fonny Emma Makisanti STh yang memperoleh 139 suara.
Sejarah pelayanan dari Sumakul yakni ditahbiskan pada 14 Februari 1988 mengawali pelayanannya di GMIM Musafir Kleak tahun 1987-1991, dan sebagai pendeta perguruan tinggi di Unsrat dan IKIP tahun 1988-1991.
Dari Kleak, ke GMIM Lansot Wilayah Tomohon III sebagai pendeta pelayanan tahun 1992-1999, kemudian ke GMIM Elim Kolongan Wilayah Tomohon I tahun 1999-2006.
Dari Kolongan, ke GMIM Betlehem Tataaran 2 Wilayah Tondano III Sebagai anggota Bidang AIT Sinode GMIM tahun 1990-2005, anggota Bidang Misi dan Oikumene Sinode GMIM tahun 1995-2005. Kemudian, tahun 2010 hingga sekarang sebagai Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang Ajaran Pembinaan dan Penggembalaan.
Sebelumnya proses pemilihan ini harus melewati dua putaran, di mana putaran sebelumnya Sumakul memperoleh 718 suara, Pdt Dr Hein Arina MTh 415 suara, Pdt Liesye Fonnny Emma Makisanti 292 suara.
Ketiganya dipastikan masuk pada putaran kedua karena berada di posisi tiga besar. Sementara Pdt Arthur R Rumengan MTeol hanya berada di posisi keempat dengan 144 suara.
Ketua Umum Panitia Pelaksana Sidang Majelis Sinode (SMS) ke-77 GMIM, Jimmy F Eman SE Ak mengungkapkan, Pdt Henny Willem booth Sumakul yang baru saja terpilih Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) merupakan pilihan Tuhan.
“Tuhan telah berperkara dalam SMS ini. Siapa yang terpilih kita yakini merupakan pekerjaan Tuhan,” ungkap eman kepada wartawan usai pemilihan ketua.
Sebagai Wakil Ketua BPMS periode 2010-2014, Eman berharap Pdt Sumakul bisa menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi GMIM. (Maria Wolajan)


























