Tomohon – Judie Turambi, pemerhati Kota Tomohon menilai pengisian kursi Wakil Walikota Tomohon sengaja diulur-ulur sehingga memberi kesan kalau 20 anggota DPRD Tomohon berada di bawah Walikota. Padahal sebagai lembaga perwakilan rakyat daerah, institusi Dewan berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
Turambi mengatakan, DPRD Tomohon selama ini beranggapan bahwa surat yang sudah dilayangkan kepada Walikota Tomohon perihal agar walikota segera memasukkan nama calon Wawali. Itu sudah merupakan domain Walikota, sehingga mereka bersikap menunggu balasan dari surat tsb.
Menurutnya, anggapan tersebut tidak produktif. Bukti tidak produktifnya DPRD Tomohon yaitu sudah 1 tahun 6 bulan hingga kini, sejak Tatib Pemilihan Wakil Walikota Tomohon ditetapkan Februari 2013, surat dari DPRD belum juga dijawab hingga kini oleh Walikota. Lemahnya Tatib yang dibuat DPRD Tomohon menjadi celah dari Walikota untuk mengulur-ulur waktu memasukkan nama calon Wawali. Artinya jika Walikota mau memasukkan nama-nama calon Wawali, Walikota mempunyai waktu menurut kehendaknya karena tidak diatur dan bukan menurut kehendak Tatib.
Turambi melanjutkan bahwa tidak produktifnya usulan tersebut, itu karena ulah DPRD sendiri yaitu, lemahnya Tatib. Dalam Tatib, sengaja tidak memasukkan pasal yang menyebut dan mengatur kapan batas waktu pemasukan nama dari walikota. Seharusnya DPRD secara kolektif jangan stagnan dan harus proaktif mendesak agar walikota segera menjawab surat mereka. DPRD jangan kehilangan akal mendesak Walikota segera melaksanakan amanat konstitusi.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Tim Verifikasi dan Seleksi Bakal Calon Wakil Walikota Tomohon yang dikoordinir oleh Piet Hein Kliwon Pungus, SPd dan Anggota Andy Raimond Senkey, SE, Meyty S. Mait, Adrie Tololiu, SE, Mecky Pangalila, S.Sos, Grace Joice Paat dan Pdt. Jansen Apouw, STh telah mengeluarkan 16 bakal calon Wawali Tomohon yaitu Adolf A. Masengi, Anna Mongdong, DR. Juliana Dolvin Karwur,S.Pd, MKes,M.Si, Truusje Kaunang, Jefifani Mawei, Ir. Stefanus B.A.N Liow, Andrikus Wuwung, James Rotikan, Pdt. Jefry Kalalo, STh, Drs. E.P Rumajar, SH, DR. Arnold Poli, SH.MAP, Catotje Wangka, Jhon Aray, Ervinz Liuw, Hofny kalalo, dan Jack A. Palar, SE. (maria wolajan)





















