Bitung– Memasuki taun baru 2015 ini, kota Bitung diintai oleh penyakit malaria tropika, yang dapat mengakibatkan penderitanya mengalami gangguan jiwa. Selang sepekan berjalan, tercatat sudah ada beberapa warga yang terserang penyakit.
Paling rawan terjadi di wilayah Kecamatan Girian dan kecamatan Matuari, yang hingga Kamis (08/01) sudah ada 3 kasus, dimana pasien saat ini sementara diinap di rumh sakit TNI Angkatan Laut dan RSUD Manembo-nembo. Menanggapi akan hal ini, pemerintah kota Bitung melalui, Sekretaris Kota menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada, karena penyakit ini datanya secara tiba-tiba.
“Saya harap masyarakat waspada terhadap penyakit malaria tropika ini. Jangan dianggap enteng, karena akibatnya akan sangat berbahaya,” kata Humiang saat ditemui disela-sela menjenguk salah satu pasien malaria tropika di rumah sakit Angkatan Laut Bitung, Kamis (8/1).
Dikatakan Humiang, untuk mengantisipasi agar penyebaran penyakit ini tidak meluas, maka pihaknya akan memerintahkan kepada instansi terknis dalam hal ini Dinas Kesehatan, Pusksesmas dan RSUD, untuk melakukan koordinasi dengan para Camat dan Lurah, agar dilakukan fogging dan pembersihan lingkungan sekitar.
“Saya akan segera perintahkan seluruh petugas kesehatan dan Camat serta Lurah untuk terus berkoordinasi, melakukan pembersihan lingkungan dan lainnya. Bila perlu lakukan fogging ditempat-tempat yang dianggap berptensi menyembabkan penyakit ini,” tegasnya.
Sementara itu, ketua Forum Kota Sehat (FKS) Bitung, Ir Maurits Mantiri mengatakan, kesadaran warga dengan menjaga lingkungan dan diri sendiri sangat diharapkan karena, masalah kseshatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh masyarakat.
“Kita semua tentunya tidak ingin diserang penyakit apa pun. Oleh karenanya, tindakan nyata mengantisipasi penyebaran penyakit apa pun harus dilakukan semua pihak secara proaktif,” tandas Mantiri yang juga wakil ketua DPRD Bitung ini. (hezky)




















