Bitung – Penyaluran dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) oleh pemerintah pusat, pengganti subsidi BBM, yang disalurkan melalui Kantor Pos, khusus untuk kota Bitung diduga salah sasaran.
Pasalnya, dari daftar penerima, banyak yang ternyata masuk kategori keluarga mampu. Sebaliknya, ada keluarga yang memang benar-benar layak menerima bantuan, justru tidak mendapatkan kartu BLSM, yang merupakan “tiket” untuk mendapatkan uang 300 ribu rupiah tersebut.
Hal ini terlihat dibeberapa kelurahan yang ada, dimana banyak keluhan warga yang kurang mampu. “Semua tahu bahwa kami keluarga miskin. Rumah saja hanya tidak ada. Hanya ada pondok, yang kami dirikan di tanah orang lain. Tapi kami tidak dapat BLSM,” ujar salah satu warga di Kecamatan Matuari yang enggan namanya dipublikasikan.
Hal ini juga diakui oleh salah satu petugas di kantor Kecamatan.
“Memang banyak warga yang kurang mampu tidak menerima. Ini karena sistim yang ada. Pendataan yang tidak objektif, disertai dengan pengawasannyang kurang, hasilnya seperti ini. Jelas salah sasaran,” ujar salah satu staf di kantor Camat Matuari yang meminta identitasnya disimpan.
Kadis Sosial Bitung, Berty Sandag dan Camat Matuari, Elen Sutrisno, hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi.




















