Penyaluran Dana PIP di SMK Negeri 1 Amurang Diduga Bermasalah

Tak Berkategori

Amurang – Penyaluran Dana Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa di SMK Negeri 1 Amurang diduga bermasalah.

Diduga ada yang dipotong tanpa alasan dan bahkan ada yang tidak diserahkan meski dana telah dicairkan.

Terkait penyaluran PIP Kepala Sekolah SMK Negeri Satu Amurang Telly Ticoalu,  Saat di konfirmasi via WA di nomor 082348xxx mengarahkan langsung ke salah satu pegawai di sekolah tersebut untuk memberikan informasi terkait penyaluran PIP di SMK Negeri Satu Amurang.

Saat dikonfirmasi Ferry Lahope salah satu pegawai yang dijadikan rujukan informasi PIP menjelaskan panjang lebar adanya penyaluran PIP kepada siswa.

“Kami menyalurkan sesuai mekanisme dan  berdasarkan rekomendasi apabila ada siswa yang secara pribadi yang akan melakukan penarikan dana, Sebelumnya di saat Covid-19 masih banyak hanya pihak sekolah yang menarik dana secara langsung di bank dan meyerahkan ke siswa penerima,” ujarnya.

Saat ditanya apakah dana yang dicairkan pihak sekolah telah di salurkan semua ke penerima, Ferry Lahope sebagai sumber informasi mengatakan semua dana yang ditarik telah diserahkan langsung ke penerima.

Tapi sayangnya kondisi yang ditemui saat di lapangan berbeda dengan yang di jelaskan pihak sekolah.

Beberapa nama yang masuk dalam daftar yang kami pegang saat dikonfirmasi di lapangan oleh salah satu dari para  siswa yang mengalami nasib sama mengaku bahwa belum menerima PIP 2022 padahal saat siswa tersebut masih tercatat dan duduk di kelas XII.

Sebagai buktinya salah satu siswa di salah satu kecamatan di Minsel LR saat ditemui di rumahnya mengaku.

“Saat itu saya tercatat kelas XII dan sampai saat ini setelah tamat saya tidak pernah terima PIP,karna saya tidak diberitahukan oleh pihak sekolah,” ungkapnya.

Sesuai data yang ada siswa tersebut berdasarkan  nomor SK 33/15.1.4/BP/SK.1/2022 dana masuk Februari 2022 dan  telah cair pada bulan Maret 2022 tapi dana PIP tidak diterima  yang bersangkutan

Hal yang sama di salah satu orang tua murid saat ditemui mereka bertanda tangan diatas Rp.1000.000 tapi terimanya hanya 900.000 sisanya dipotong dengan alasan yang tidak jelas.

Belum lagi ada ortu siswa yang tidak pernah menerima apa apa tapi belakangan baru tau anaknya terima PIP dan tercatat telah menerima.

Tinggalkan Balasan