Manado-Pada tahun 2013 perusahaan pembiyaan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami kerugian sekitar Rp 60 miliar menyusulmaraknya penggelapan kendaraan. Hal tersebut diungkapkan Perwakilan Perusahaan Pembiayaan di Sulut Antonius Suharjono.
Menurutnya, kerugian yang dialami oleh perusahaan pembiayaan di Sulut juga akan mempengaruhi perekonomian daerah kedepan. “Per bulan untuk seluruh perusahaan pembiayaan mengalami kerugian kurang lebih Rp 5 miliar atau sekitar 50 kendaraan roda empat. Taksasi harga setiap kendaraan Rp 100 juta. Jadi selama setahun diperkirakan sebanyak 600 unit kendaraan di Sulut hilang dengan nilai nominam Rp60 M,” ujarnya.
Suharjono menjelaskan, yang dimaksud dengan kehilangan mobil adalah tidak membayar selama lima bulan ke atas. Namun ketika perusahaan pembiayaan mau menarik kendaraan,barangnya sudah tak ada. Katanya, modus para penipu syarat dengan bujuk rayu. “Mereka lazimnya mengincar seseorang yang baru mengambil kredit kendaraan dengan masa angsuran satu atau dua bulan. Istilahnya over kredit,” katanya.
Setelah terjadi kesepakatan, katanya oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut menggelapkan mobil dengan cara mengganti plat nomor polisi atau STNK. Ketika perusahaan pembiayaan mencari tahu keberadaannya, kendaraan sudah kehilangan jejak. “Kendaraan dijual ke Gorontalo dan Palu. Ada pula ke Ternate,” kata Suharjono.
Bentuk penggelapan seperti ini, kata dia, memiliki jaringan yang bekerja secara profesional. “Terbukti jumlah kasus setiap tahun cenderung meningkat. Namun peningkatan cukup tajam di Sulut terjadi sejak 2011,” jelasnya. Dia mengatakan, perusahaan pembiayaan tetap memproses orang yang melakukan kontrak kredit pertama karena sesuai dengan perjanjian, sementara oknum penipu sulit terjamah.
“Mereka kadang-kadang menggunakan KTP palsu untuk memuluskan aksi kejahatannya,” tuturnya. Oknum penipu tidak terkait dengan showroom mobil bekas. Namun memiliki jaringan yang luas, sehingga kendaraan yang digelapkan bisa langsung dijual ke luar daerah. Menurut Suharjono, kendaraan yang diincar para pelaku biasanya yang sedang laris di pasar terutama tipe MPV, yaitu Avanza, Xenia dan inova.(nancy)




















