Mitra-Pesta demokrasi satu-satunya di Minahasa Tenggara (Mitra) yakni, pemiliham hukum tua secara serentak di 34 desa telah usai dan berjalan sukses,Senin (15/06/2015).
Meski tak dipungkiri, ada permainan money politik dalam ajang peilhut tersebut, karena sudah menjadi tradisi.
Namun, ada juga calon yang tidak menggunakan “uang” dan bisa terpilih secara murni. Menyoal money politik, menurut Dedy Rundengan, pengamat pemerintahan Mitra, sudah menjadi tradisi disetiap ada hajatan.
“Istilahnya, siapa yang paling banyak uang, paling banyak akan dipilih masyarakat,” tutur Rundengan.
Namun, kata dia, ada juga pilhut tak disertai praktek uang. Sehingga imbasnya sangat baik di masyarakat.
“Ada juga tak semua memakai cara itu. Karena ada juga yang benar-benar bertarung hanya mengandalkan figur, dan bisa menang,” ucapnya.
Masalah keamanan ada juga yang sempat tegang antara pendukung. Untung, karena kesiapan aparat kepolisian yang dibantu satpam des, serta pantauan dari pihak Pemkab Mitra, akhirnya ketegangan akhirnya mencair.
Bupati Mitra James Sumendap, juga turut memantau jalannya pilhut, dengan menyambangi setiap calon dari desa ke desa. Menurut dia, meski di beberapa wilayah sempat ada ketegangan, namun boleh teratasi.
“Partisipasi masyarakat juga sangat loyal. Sehingga pesta demokrasi ini berjalan sukses,” tutur Sumendap.
Sedangkan untuk pelantikan, menurut dia, tinggal menunggu surat dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD).
“Secepatnya saya akan melantik para hukum tua yang terpilih ini. Tinggal menunggu surat dari instansi terkait,” tegas Sumendap.(Alfian Jay)




















