Bitung – Plesir alias jalan-jalan 18 anggota DPRD Bitung yang tergabung di Kelompok Kerja (Pokja) 1 dan 2, sejak Kamis, (02/10), sedikitnya menghabiskan anggaran yang tidak sedikit.
Hal ini dapat terlihat dari jumlah anggaran yang diterima tiap legislator bisa menyentuh angka Rp 13,6 Juta, dengan rincian, yakni tiket kelas ekonomi Rp1,7 Juta dikali 2 pergi pulang, Rp.3,4 Juta. Biaya hotel Rp 1 juta kali 3 hari, Rp 3 Juta. Uang harian sebesar Rp.2,4 juta dikalikan 3 hari Rp.7,2 Juta. Jumlah tersebut belum termasuk uang untunk transportasi darat.
Sekretaris DPRD, Bitung, Yoke Senduk, SH MSi yang dikonfirmasi membenarkan terkait anggaran untuk setiap perjalanan dinas anggota dewan tersebut. Hanya saja menurutnya, untuk tiket dan hotel sistemnya add coast.
“Untuk hotel dan tiket menyesuaikan dengan harga, tetapi untuk anggota, hanya kelas ekonomi kalau pimpinan dewan, bisa kelas ekonomi bisa juga kelas bisnis, jelas Senduk.
Untuk hotel menurutnya, maksimal Rp.1 juta tiap orang per harinya.
“Hotel juga menggunakan system add coast. Jika anggota tidak menggunakannya, dananya tidak akan dicairkan karena untuk proses mengganti uang hotel setelah kembali dari perjalanan dinas, berdasarkan nota,”tandasnya.
Menyangkut uang harian menurut Senduk, itu sudah berdasarkan aturan yaitu untuk 1 anggota dewan adalah Rp.2,4 Juta per hari.
“Ini sesuai dengan Perwako nomor 5 Tahun 2014 tentang perjalan dinas anggota dewan,” jelasnya.
Menurut informasi di sekretariat DPRD Bitung, untuk kloter 1 ini ada 18 anggota dewan yang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta dalam rangka konsultasi.
“Yang berangkat adalah Pokja 1 dibawah pimpinan Viktor Tatanude, SH dan Pokja 2, dibawah pimpinan Ronny Boham, S.Sos. Pokja 1 ada 9 orang, dan Pokja 2 sebanyak 9 anggota,” tukasnya.
Dari jumlah tersebut, total dana rakyat yang dihabiskan pada keberangkatan perdana ini sebesar, Rp.244.800.000.(Hezky)


























