
Manado- Menurut pengamat ekonomi Sulut, Tonny Agus Poputra, tingginya inflasi di Manado akibat mahalnya bahan makanan sebenarnya bisa dihindari jika saja masyarakat mau menanam cabai rawit di pekarangannya. “Masyarakat di Manado belum terbiasa untuk memanfaatkan pekarangan untuk menanam kebutuhan seperti cabai,” ungkapnya.
Poputra menambahkan, akibat inflasi Desember 2013 yang cukup tinggi menyebabkan harga kebutuhan pokok ikut meningkat. Hal ini karena permintaan dari masyarakat yang meningkat, tapi ketersediaan yang terbatas. “Namun sebenarnya inflasi yang disebabkan barang konsumtif tidak perlu dicemaskan.
Jika harganya fluktuatif, mudah untuk naik dan turun, tergantung kepada persediaan dan distribusinya,” ungkapnya. Untuk itu, pemerintah harus menjaga ketersediaan dan distribusi bahan makanan tersebut. Selain itu, pemerintah harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka mau memanfaatkan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan dapurnya.
Jika hal tersebut dilakukan, ketika terjadi kenaikan harga cabai rawit, bawang merah maupun barito, tidak perlu khawatir, karena sudah bisa memenuhi kebutuhannya melalui pekarangan. Sekarang yang harus dikhawatirkan adalah barang-barang yang jika harganya naik, susah untuk turun.
Seperti semen, seng dan bahan bangunan lainnya. Hal ini tentu saja bisa memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi, terlebih saat ini rupiah melemah terhadap dolar Amerika. Hal ini tentu saja ikut memicu kenaikan harga bahan bangunan.(nancy)


























