Manado – Gubernur Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dan Wakil Gubernur Djouhari Kansil akan mengakhiri masa jabatannya pada 20 September 2015. Karena Pilkada baru akan digelar 9 Desember, maka untuk mengisi kekosongan, Presiden akan menunjuk Penjabat Gubernur Sulut.
Siapa gerangan calon Penjabat Gubernur yang akan menjadi suksesor SHS semakin mengerucut pada satu nama. Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri, Dr Soni Sumarsono ditengarai memiliki kans kuat.
Menurut sumber di lingkungan Sekretariat Daerah yang enggan namanya dipublikasi, nama Dirjen Otda disebut langsung Gubernur SHS ketika memimpin rapat koordinasi Pemprov Sulut yang diikuti sseluruh pejabat struktural. Dalam rapat yang digelar tertutup awal pekan lalu tersebut, SHS dengan mantap menyatakan bahwa Sonny Sumarsono yang akan menjadi Penjabat Gubernur Sulut. “Dia adalah mantan anak buah saya,” ujar sumber menirukan pernyataan SHS.
Bocoran SHS sejalan dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo. Di mana, dalam banyak kesempatan Cahyo Kumolo menyatakan bahwa calon penjabat Gubernur adalah birokrat, yakni, pejabat eselon 1 di lingkungan Kemendagri. “Walau latar belakang saya dari partai politik, namun saya memastikan penjabat gubernur akan ditunjuk birokrat, agar netral, bebas dari konflik of interest,” kata Kumolo seperti dilansir dari laman www.kemendagri.go.id tanggal 6 Mei 2015.
Untuk diketahui, Soni Sumarsono adalah lulusan program Pasca Sarjana pada Asian Institute Manajement (AIM) Manila, Philipina, sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi terkemuka di kawasan Asian.
Ia dilantik Eselon 3 dan Eselon 2 pada usia yang terbilang muda (Eselon II pada usia 42 tahun). Berbagai jabatan strategis sempat dipegang Pak Soni antara lain Direktur Keserasian Pembangunan Daerah, Direktur Pengembangan Wilayah dan Sekretaris Direktorat Jenderal Bangda Kementerian Dalam Negeri, Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat pada Direktorat Jenderal PMD Kemdagri, Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus pada Direktorat Jenderal OTDA Kementerian Dalam Negeri.
Sejak tahun 2010 dipercayakan untuk memimpin ASDEP Pengelolaan Lintas Batas Negara, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, sebelum diangkat sebagai Dirjen Otda Kemendagri.


























