by

Produksi Industri Manufaktur Mikro-Kecil di Sulut Turun

Manado – Produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami penurunan sebesar 1,77 persen.


Kepala Bidang Statistik Produksi, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Didik Tjahjawinardi mengatakan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Provinsi Sulawesi Utara triwulan II tahun 2013 jika dibandingkan dengan triwulan I mengalami penurunan mencapai 1,77 persen.


“Sedangkan jika dibandingkan produksi triwulan II tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 0,82 persen,” katanya kepada Cybersulutnews.co.id.


Katanya, penurunan produksi tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan produksi pada industri percetakan dan reproduksi media rekaman yang mencapai -10,91 persen.


“Industri yang mengalami penurunan juga industri barang galian bukan logam 10,15 persen, industri jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 9,56 persen, industri makanan 7,17 persen,” jelasnya.


Lanjut ia katakan, industri manufaktur mikro dan kecil di Sulut banyak tersebar di Kabupaten Minut, Minsel, Minahasa, Kepulauan Sangihe dan Bolsel.


“Industri ini dikembangkan oleh masyarakat Sulut pada umumnya berbahan dasar dari hasil pertanian,” ujarnya.


Kabupaten Minahasa dan Minsel, katanya merupakan daerah potensial dalam kegiatan industri mikro dan kecil yang banyak mengembangkan industri minuman keras dan kopra.


“Untuk Kabupaten Minut dari pengelolaan pertambangan emas rakyat sedangkan Kepulauan Sangihe mengembangkan industri pandai besi yang menghasilkan parang, pisau dan alat pertanian,” jelasnya.


Ditambahkannya, secara nasional industri manufaktur mikro dan kecil tumbuh 6,52 persen.

Comment

Leave a Reply

News Feed