
Manado – Jerit tangis penuh kesedihan terdengar di kediaman Prof Dr Lucky Sondakh ketika mobil ambulans yang membawa jenasah Almarhum Franky Nikolas Sondakh tiba di pekarangan rumah tepatnya di Kelurahan Batu Kota Lingkungan II, Kota Manado, Selasa (04/11).
Sanak saudara dan kerabat telah menunggu sejak malam untuk melihat jenasah Almarhun Franky yang sebelumnya disemayamkan di Jakarta dari Balikpapan.
Terlihat anak-anak almarhum begitu terpukul melihat jenasah ayah mereka yang telah kaku di peti jenazah berwarna putih. Anak-anak kecil ini seperti tak kuasa melihat jasad ayah mereka. Sanak keluarga terus memapah anak-anak almarhum Franky ini untuk saling menguatkan.
Begitu pun dengan sosok Prof Lucky yang tergurat sedih mendalam di wajahnya yang telah menua.
“Kematian anak kami, Franky pada Sabtu pekan lalu diduga akibat serangan jantung yang pernah dialaminya dua tahun yang lalu. Jadi serangan jantung ini merupakan serangan jantung yang kedua,” jelas Prof Lucky kepada wartawan yang mengerumuninya.
Dengan mata yang masih terlihat sembab, Prof Lucky meminta maaf kepada publik atas kesalahan yang diperbuat Almarhum Franky semasa hidupnya.
“Saya dan keluarga meminta maaf jika semasa hidup, anak kami melakukan kesalahan. Dan saya meminta doa dan dukungan kepada masyarakat agar kami keluarga diberi kekuatan terutama istri dan anak-anak almarhum juga saya dan istri saya,” ungkap Prof Lucky dengan suara mengecil.
Sampai berita ini diturunkan, kediaman keluarga Lucky Sondakh ini masih dikerumuni kerabat dan keluarga. Jenasah Alamrhum Franky Sondakh ini akan disemayamkan di Batu Kota sampai akhirnya akan dimakamkan.
Diketahui, sebelum ditemukan tewas di salah satu hotel di Balikpapan, Sabtu (01/11), Almarhum Franky sehari sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaaan Kasus Korupsi Youth Center Manado sebesar Rp 9,6 miliar. Dugaan kematian tak wajar sempat menyeruak atas kematiannya karna Franky merupakan saksi kunci kasus korupsi yang disebut-sebut menarik nama Walikota Manado, Vicky Lumentut.(jenglen manolong)




















