Program Jamkesda JWS-Ivansa Disinyalir Tak Tepat Sasaran

Minahasa – Sejak tahun 2014 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa telah mengalokasikan anggaran daerah untuk membantu sekitar 13.000 warga kurang mampu di Minahasa dalam program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Minahasa, mencapai Rp 3 miliar.

Namun demikian, program bagi warga kurang mampu ini ternyata disinyalir disalahgunakan oknum-oknum tertentu sehingga tidak tepat sasaran.

Hal ini terungkap saat kunjungan kerja Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS), di Kecamatan Tondano Raya, yang dipusatkan di BPU Tondano, Rabu (21/01).

Adalah Ustat Samsudin, warga Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tondano Utara, yang mempertanyakan Jamkesda, program JWS-Ivansa tersebut.

“Biaya berobat ke rumah sakit maupun dokter saat ini sangat mahal dan program pemerintah mengenai Jamkesda sangat diharapkan warga untuk meringankan biaya berobat. Tapi sayang yang kami dapati dari program ini justru banyak salah sasaran karena ada yang membutuhkan tapi tidak mendapatkan, malah yang kami nilai tidak layak menerima karena ekonomi sudah mapan tapi justru menikmati program Jamkesda ini,” ungkapnya.

Dirinyapun kemudian mempertanyakan bagaimana sebenarnya mekanisme pendaftaran atau perekrutan Jamkesda bagi warga kurang mampu di Minahasa ini, agar benar-benar warga kurang mampu yang menerimanya, apakah melalui Lurah atau petugas lainnya.

“Kami memohon perhatian pak Bupati Minahasa akan hal ini,” pintanya.

Terkait hal ini, JWS menegaskan bahwa, program Jamkesda Pemkab Minahasa memang diperuntukkan bagi warga kurang mampu di Minahasa.

“Program itu memang untuk warga miskin dan jangan disalah gunakan,” tandas JWS, sembari meminta instansi teknis terkait untuk menjelaskannya.

Kepala Dinas Kesehatan Minahasa, dr Yuliana Kaunang MKes menjelaskan, data penerima Jamkesda tersebut diambil dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011.

“Pendataan dilakukan oleh Lurah dan diserahkan ke Pemkab Minahasa melalui Bagian Kesra Setdakab Minahasa. Jadi Lurah bertanggung jawab untuk memasukkan data sesuai data BPS ini, yang benar-benar warga miskin,” ujar Kaunang.

Dirinya pun kemudian menghimbau seluruh warga Minahasa untuk mengikuti program BPJS untuk meringankan biaya berobat.

“Benar biaya berobat sangat mahal, untuk itu kami menghimbau masyarakat mengikuti Program BPJS untuk memudahkan biaya berobat,” tutup Kaunang.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan