Minahasa – Tak lama lagi, Radio satu-satunya yang ada di Kota Tondano, Toar Lumimuut (Tolu) 103,2 FM akan merayakan Hari Ulang Tahun-nya yang ke-3. Merayakan hari spesial tersebut, sejumlah Fans Radio Tolu bakal menggelar ibadah tamasya di Pantai Kora-Kora, Desa Kapataran Kecamatan Lembean Timur, Minggu (17/04) mendatang.
Ketua Fans Radio Tolu 103,2 FM, Meiske Pangkey kepada Cybersulutnews.co.id, Jumat (15/04) mengatakan, Pantai Kora-Kora memiliki daya tarik tersendiri buat kalangan wisatawan. Apalagi fasilitas alami yang ditawarkan destinasi yang terletak di pesisir pantai timur Minahasa tersebut semakin menambah pesonanya, sehingga menjadi lokasi pilihan untuk dituju.
“Hari minggu kami akan ke pantai Kora-kora. Nantinya, disana kami akan melakukan ibadah tamasya. Selain itu, ada juga game yang telah dikemas untuk memeriahkan suasana. Ini juga akan dirangkaikan dengan usia tiga tahun komunitas ini,” ujar mama ayen, panggilan akrabnya.
Lanjut dikatakannya, dipilihnya pantai Kora-kora karena beberapa pertimbangan. Menurutnya, selain akses yang lebih mudah, tawaran nuansa alam yang alami juga adalah salah satu nilai tambah.
“Di Minahasa dan sekitarnya ada banyak destinasi wisata pantai. Tapi, setelah dipertimbangkan, keputusanya di Kora-kora. Apalagi kami dengar masyarakat di wilayah tersebut sangat ramah,” jelasnya.
Terpisah, Direktur radio Tolu Eki Tumonggor mengatakan kalau posisi saat ini, fans aktif radio tersebut ada di sekitaran 400 orang. Namun, jika mengacu dari survey yang dilakukan salah satu lembaga kompeten beberapa waktu lalu, fans tidak aktif ada sekira 3000 orang.
“Yang dimaksud dengan fans tidak aktif yakni pendengar setia namun tidak mereques lagi. Kami bangga karena Radio Tolu 103,2 FM boleh satu-satunya radio yang ada di Tondano yang memberikan hiburan yang mendidik bagi warga Minahasa dengan cukup banya pendengar,” ujar Tumonggor.
Selain itu dikatakanya, siaran radio Tolu bisa didengar sampai di kepulauan Nusa Utara.
“Kami bersyukur karena siaran Radio Tolu bisa mencapai Nusa Utara. Ini dibuktikan dengan adanya orang-orang disana yang menelepon dan mereques lagu. Dari Bolmut juga ada yang sering menelepon. Selain itu, kami memberdayakan mahasiswa mahasiswa sebagai penyiar,” pungkasnya.(fernando lumanauw)




















