Rakernas dan Seminar Nasional Perbarindo Sukses Digelar di Manado

Rakernas dan seminar nasional Perbarindo di Manado
Rakernas dan seminar nasional Perbarindo di Manado

Manado – Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menggelar Rapat Kerja Nasional (rakernas) dan seminar nasional di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sukses digelar.

Acara nasional tersebut mengusung tema ‘Modernisasi BPR dalam upaya mendorong pertumbuhan dan kemudahan akses bagi UMKM dalam menghadapi persaingan global’. Dan kegiata ini diadakan Manado Convention Center, 17-18 Oktober 2013.

Ketua DPD Perbarindo Sulut dan Gorontalo, Denny Senduk mengatakan ada sebanyak 500 peserta dari seluruh BPR di seluruh Indonesia.

“Kegiatan ini semoga bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para peserta Rakernas dan seminar nasional,” katanya.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Bpk Gubernur Sulut, SH Sarundajang yang memberikan dukungan atas terlaksananya kegiatan ini.

Ketua Umum DPP Perbarindo, Joko Suyanto mengatakan perkembangan industri BPR dari tahun ke tahun mengalami tren yang positif, bahkan disaat perekonomian Indonesia yang tengah bergejolak.

“Industri BPR tumbuh signifikan, terlihat dari asset BPR hingga bulan Agustus 2013 tumbuh sebesar 19,54 persen, kredit yang disalurkan tumbuh 19,54 persen dan penghimpunan dana masyarakat naik 19,10 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.

Katanya, dalam upaya memperkuat dan konsolidasi organisasi, perbarindo selaku wadah dari BPR seluruh Indonesia menggelar Rakernas di Manado yang bertujuan untuk melaporkan realisasi program kerja dan membahas mengenai evaluasi kerja DPP Perbarindo kedepan.

Lanjut ia katakan, persaingan pasar yang semakin ketat, serta sistem ekonomi yang semakin terbuka akan menambah sengitnya persaingan.

“Maka BPR berupaya mendorong pertumbuhan dan kemudahan akses bagi UMKM,” katanya.

Pihaknya menyadari di tengah pertumbuhan industri banyak tantangan namun dengan progrm financial inclusion yang berharap mampu melayani perbankan hingga ke pelosok.

Deputi Gubernur BI, Ronald Waas mengatakan BPR harus memiliki cara yang unik dan mampu memfasilitasi UMKM untuk mendapatkan permodalan.

“Modernisasi ini tidak hanya menjadi slogan tapi mampu melayani hingga masyarakat pedesaan.
BPR harus modern tapi jangan kehilangan jati diri sebagai bank yang dekat dengan masyarakat,” jelasnya.

Gubernur Sulut, SH Sarundajang mengatakan bagaimana menciptakan ekonomi yang berbasis UMKM.
Memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan stabilitas ke arah peningkatan.

“BPR harus lebih kuat sehingga dapat menjadi mitra pemerintah langsung kepada masyarakat kecil terutama di kepulauan agar mereka bisa mendapatkan akses permodalan.(Nancy Tigauw)