Ratusan Warga Tondano ‘Serbu’ OP Beras Murah

Minahasa – Ratusan warga yang berada di Kecamatan Tondano raya dan sekitarnya, ramai-ramai ‘menyerbu’ operasi pasar (OP) beras murah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa bekerja sama dengan Bulog Devisi Regional Sulut, bertempat di lapangan DR Sam Ratulangi Tondano, Kamis (12/03).

Seperti terpantau Cybersulutnews.co.id, tampak ratusan warga mulai dari yang tua hingga muda mengantri dengan memegang kupon di tangan untuk ditukarkan dengan satu sak beras berukuran 10 kilogram (Kg).

Diana (32), salah satu warga asal Kiniar Kecamatan Tondano Timur ketika dimintai tanggapan terkait OP beras murah ini mengatakan, dirinya sangat senang karena bisa mendapatkan beras dengan harga murah dan berkwalitas baik.

“Tentunya sangat senang karena pemerintah bisa menjual beras dengan harga terjangkau yakni Rp 75.000 untuk 10 kg. Harapan kami kalau boleh kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan,” ujarnya.

Asisten II Setdakab Minahasa Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr Wilford S Siagian MA ketika ditemui dilokasi OP menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan Bulog menyediakan 8,4 ton beras kwalitas medium dengan harga Rp 7.500 per Kg untuk OP beras murah di Tondano.

“Mekanismenya yakni masyarakat yang akan membeli mengambil kupon yang disediakan pemerintah selanjutnya ditukar dengan beras. Masing-masing orang yang mengantri hanya bisa mengambil 1 sak ukuran 10 Kg dengan harga Rp 75.000 dan tidak diperbolehkan lebih dari itu, terkecuali masih ada sisa dan masih ada yang ingin membeli. Jadi bila dikalkulasi maka akan kebagian 840 orang untuk 8,4 ton ini,” terang Siagian didampingi Kepala Disperindag Minahasa, Dolfie Kasenda.

Dijelaskan Siagian, sebelumnya Bulog berencana akan mensuplay sebanyak 13 ton, namun karena Kabupaten/Kota di Sulut juga ada permintaan OP maka stok sementara dikurangi hingga hanya 8,4 ton.

“Sebelumnya memang direncanakan 13 ton, tapi menurut keterangan Bulog karena banyak juga permintaan dari Kabupaten/ Kota lain maka stok yang disediakan hanya 8,4 ton. Tapi, bila OP ini berhasil dan masih perlu dilakukan maka Pemkab Minahasa akan mengusulkan kembali OP ke Bulog sampai harga beras di Minahasa menjadi normal,” terang Siagian, sembari menambahkan untuk OP selanjutnya akan dilakukan di Langowan, Kawangkoan, Tombulu dan Tombariri, menunggu jadwal Bulog.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan