Respons Cepat, Pemprov Sulut Serahkan 3 Kursi Roda dan 2 Tongkat Walker ke Lansia Pengungsi Erupsi Gunung Ruang

Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan solidaritasnya yang luar biasa bagi para lansia pengungsi erupsi Gunung Ruang.

Jumat (6/2) pukul 11.30-12.00 WITA, di Rusunawa Sagerat, Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dr. Rima Fien Lolong, M.Kes, didampingi Theo Umbas, SSTP (Kepala Sub Bidang Rehabilitasi BPBD Sitaro) dan Mayor Cba Selfianus, S.H. (Dantim Intelrem 131/Stg), menyerahkan bantuan berupa 3 unit kursi roda dan 2 unit tongkat walker kepada lansia pengungsi dari Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Kegiatan ini berlangsung singkat tapi penuh makna.

Rombongan tiba pukul 11.30 WITA di posko pengungsi, langsung menyerahkan bantuan pukul 11.35 WITA, dan selesai pukul 12.00 WITA dengan aman dan lancar.

Bantuan ini menjadi penyelamat mobilitas bagi para lansia yang kehilangan segalanya akibat erupsi Gunung Ruang.

Penyerahan ini lahir dari curhatan masyarakat pengungsi kepada Theo Umbas, yang mendampingi mereka di Rusunawa Sagerat.

Permintaan bantuan kursi roda pernah diajukan ke Pemkab Sitaro, tapi tak kunjung direalisasikan.

“Masyarakat curhat kepada Pak Theo Umbas, PNS yang bertugas mendampingi di lokasi, dan respon dari Bapak Gubernur sangat cepat, tidak pake lama,” ungkap sumber di lokasi.

Masyarakat pengungsi tak henti-hentinya mengapresiasi kecepatan tanggapan tersebut.

“Kemarin sore kami sampaikan, hari ini langsung diberikan. Kami sangat terkejut dan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur atas perhatiannya kepada kami masyarakat kecil yang ditimpa bencana,” kata salah seorang penerima manfaat dengan mata berkaca-kaca.

Rima Fien Lolong menekankan komitmen Pemprov Sulut bahwa penyerahan langsung ini bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup lansia pengungsi di posko atau hunian sementara.

“Kami pastikan bantuan tepat sasaran,” katanya.

Bantuan ini bukan hanya alat bantu, tapi harapan baru bagi ratusan pengungsi yang masih bertahan di hunian sementara.

Respons kilat seperti ini menjadi contoh nyata pelayanan publik yang dekat dengan rakyat.

Tinggalkan Balasan