Minahasa – Sekitar 3500 siswa SMP, SMA dan SMK dari sejumlah Kecamatan di Kabupaten Minahasa, dibekali soal bahaya merokok, minuman beralkohol, narkotika, pornografi dan penyalahgunaan teknologi informasi atau fasilitas internet, dalam kegiatan Seminar Sexiologi dengan thema, “Freedom Paradox Achieving True Freedom”, bertempat di gedung Wale Ne Tou Sasaran Tondano, Kamis (04/09).
Kegiatan yang diprakarsai Tim Penggerak (TP) PKK Minahasa ini, menghadirkan pembicara, Dr Andik Wijaya MRepMed dari Jakarta dan dihadiri para siswa/ siswi dari SMP, SMA dan SMK dari Kecamatan Langowan raya, Tompaso raya, Kakas raya dan Kawangkoan raya.
Dalam paparannya, Dr Andik Wijaya menguraikan pengertian Freedom Paradox atau paradox kebebasan ini menurut injil Alkitab dalam Lukas 15:12-13, 14-16, 17-19 dan 17-24.
Menurutnya, banyak generasi muda mengalami pelecehan sexual dan terjerumus dalam percabulan serta sex bebas, mengkonsumsi alkohol bahkan narkotik.
“Olehnya saat ini juga, saya minta ambil keputusan untuk bertobat dan hentikan semua itu,” katanya.
Ditambahkan dr Andik, Tuhan Yesus Kristus sudah menebus semua dosa manusia melalui kematian-Nya di kayu salib, kini saatnya untuk kita ambil komitmen mengikuti Yesus yang adalah jalan kebenaran dan kehidupan.
Sementara, Bupati Minahasa dalam sambutan yang disampaikan Asisten I, Denny Mangala, memberikan apresiasi kepada TP PKK Minahasa yang henti-hentinya membuat program pembinaan rohani bagi generasi muda di Minahasa, seperti saat ini.
Menurutnya, merubah Minahasa bukan hanya dengan melakukan pembanguan fisik, tapi juga membangun sikap mental dan perilaku generasi muda Minahasa itu, seperti dengan digelarnya kegiatan ini.
“Generasi muda adalah tulang punggung pembangunan bangsa, sehingga perlu memiliki mental dan perilaku yang baik. Untuk itu, kegiatan-kegiatan seperti ini perlu sering dilakukan,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua TP PKK Minahasa, Dr Olga Sajow Singkoh MHum, Ketua FKUB Minahasa, Pdt Evert Tangel STh MPdK, sejumlah pejabat Pemkab Minahasa dan para rohaniwan serta pengurus TP PKK lainnya.(fernando lumanauw)


























