Manado – Pemilihan Remaja Teladan (Retel) Sinode GMIM tahun 2021 sukses digelar.
Sabtu (30/10/2021) di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Malam Grand Final Remaja Teladan diselenggarakan sebagai puncak kegiatan pemilihan Remaja Teladan Sinode GMIM tahun 2021 yang tahapannya telah dimulai sejak bulan Juni.
Sukses pelaksanaan Pemilihan Remaja Teladan Sinode GMIM tak lepas dari peran Ketua Umum Panitia Pelaksana Pemilihan Remaja Teladan Sinode yang dipercayakan kepada Rio Dondokambey.
Dalam sambutannya Rio menyatakan rasa syukur dan bangga kegiatan pemilihan remaja teladan ini bisa terlaksana.
“Kegiatan ini bisa terus dilaksanakan karena menghasilkan kader-kader remaja GMIM yang hebat karena bisa membantu masyarakat dan berperan aktif dalam menunjang program pemerintah,” tuturnya.
Adapun Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana Remaja Teladan (Retel) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) 2019 yang dinilai pelaksanaannya sangat spektakuler.
Apresiasi itu disampaikan Gubernur Sulut melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Daerah Sulut Evans Steven Liow, S.Sos, MM saat memberikan sambutan pada pembukaan Malam Grand Final Pemilihan Remaja Teladan Sinode GMIM yang berlangsung di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Sabtu (30/10/2021).
Selain memuji dan memberikan apresiasi kepada panitia Retel 2019 yang dilaksanakan pada tahun 2021 akibat pandemi, Liow juga mengingatkan agar Retel menjadi pelopor Protokol Kesehatan dan Vaksinasi dan mendukung program pemerintah.
“Saya mengingatkan agar pemuda dan remaja gereja terus mendukung program pemerintah terutama vaksinasi agar kedepan bisa merayakan Ibadah Natal bersama keluarga,” tegas Liow.
Malam Grand Final Pemilihan Remaja Teladan Sinode GMIM itu sendiri diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Wakil Sekretaris BPMS GMIM Bidang Pekerja GMIM dan Pelsus Pdt. Joices Sondak, M.Th.
Sementara bertindak sebagai juri pada Malam Grand Final Pemilihan Remaja Teladan Sinode GMIM adalah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulut Hendri Kaitjily , Ketua Pelayanan Remaja Sinode GMIM Mikha Paruntu, Rio Dondokambey, Pdt Joicea Sondakh dan Mercy Rumengan serta Juri Kehormatan Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Dondokambey -Tamuntuan.
Pada Malam Grand Final Pemilihan Remaja Teladan Sinode GMIM ini sendiri menyisahkan 15 pasang dari utusan seribu lebih jemaat GMIM. Dari 15 pasanga retel ini, terpilih sebagai Remaja Teladan berbakat Andi wenas dan Gloria Kairupan, Retel Intelegensia
Kevin Sekeon dan Tessa Kalumata, Retel Cinta Lingkungan David Wangkay dan Gloria Kairupan, Retel Persahabatan Christian Kalangi dan Gabriela Waani, Retel favorit Kevin Sekeon dan Imel Tanggio, Retel Harapan 3 Rafael dan Rahel, Retel Harapan 2 David Wangkay dan Gabriela Pandeirot, Retel Harapan 1 Richard dan Anely Supit, Wakil 2 Andreas dan Tessa Kalumata, Wakil 1 Andi Noel Wenas dan Brigita Makarawung.
Adapun Remaja Teladan Sinode GMIM tahun 2021 jatuh kepada Samuel Sampoel perwakilan dari Jemaat GMIM Getsemani Sea, Rayon II Manado keluar sebagai pemenang Putra.
Sementara Anna Ruitan dari Jemaat GMIM Eben Haezar Watutumou, Rayon II Minahasa Utara keluar sebagai pemenang Putri.
Diketahui, proses Pemilihan Retel 2021 diawali dengan pelantikan panitia oleh Ketua BPMS GMIM Pdt Hein Arina, Kamis (30/09), di GMIM Bukit Moria Rike.
Selanjutnya panitia mulai melaksanakan karantina para peserta selama tiga hari sebelum pelaksanaan road show.
Dalam road show juga para peserta diajak berkunjung ke sejumlah instansi dan lembaga.
Menariknya, salah satu dari road show ketika Ketua Panitia Rio Dondokambey mengajak para para finalis retel mennyambangi Panti Sosial Bartemeus, milik Yayasan GMIM AZR Wenas Bidang Pendidikan dan Persekolahan.
Di sana, mereka membaur dengan para penghuni berkebutuhan khusus penyandang tuna netra, namun banyak prestasi yang sudah diukir. Ada yang menjadi juara talent show dan juga mengakhiri pendidikan di bangku kuliah dengan gelar sarjana.
Rio menyebut, pihaknya menekankan adanya interaksi antara finalis remaja teladan dengan para penghuni SLB, yang di antaranya penyandang tuna netra.
“Mereka dihadapkan untuk senantiasa mengucap syukur. Ketika melihat adik-adik di sini keterbatasan fisik, namun mereka punya prestasi,” ungkapnya.
“Jadi ada motivasi untuk tidak menyerah. Tidak terbuai dengan kelemahan maupun segala keterbatasan kita,” tuturnya.
Motivasi, kata Rio, melihat dari berkebutuhan khusus, tapi memiliki talenta, makin bersemangat lagi dalam hidup melayani Tuhan.
“Mereka tidak ada beda. Semua sama. Ada cita-cita yang ingin dicapai. Mereka punya mimpi tapi mereka punya keterbatasan finansial dan fisik, tapi ada yang sudah berhasil,” kata dia.
“Semoga memberi semangat menjalani hidup, serta menggapai cita-cita. Bahwa apa yang kita inginkan itu semua dari kita. Dimulai dari kita dan mau berusaha. Tapi yang menentukan masa depan kita adalah Tuhan,” tandasnya.



















