Minahasa – Puluhan peserta bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan laporan keuangan semester I APBD 2015, dari unsur bendahara tiap SKPD di Minahasa, yang sedang mengikuti bimtek, Jumat (10/07), sekitar Pukul 12.00 Wita dibuat heboh.
Pasalnya, saat kegiatan yang dilaksanakan di aula Wulan SMKN I Tondano tersebut berlangsung, peserta dikejutkan dengan suara minta tolong dari perempuan Masye Manus (50-an), yang merupakan penjaga sekolah SMK Negeri I Tondano itu.
“Tolong, ada kebakaran di bagian belakang sekolah, tolong telpon akang pemadam kebakaran. (Tolong telpon pemadam kebakaran, red),” teriak Masye dengan dengan raut muka ketakutan dan panik, sembari berharap ada peserta bimtek yang dapat segera menelpon pihak pemadam kebakaran.
Sontak, teriak minta tolong Masye membuat seluruh peserta berhamburan keluar dan mencari sumber suara. Saat diketahui, ternyata salah satu bagian kelas yakni ruangan kelas Boga terbakar.
Mendapati laporan seperti itu, Jengis Supit peserta bimtek yang pernah tugas di Satpol-PP Minahasa langsung menghubungi Sekretariat Daerah agar menyampaikan kepada pihak pemadam kebakaran ada kebakaran di lokasi SMKN I Tondano.
Mendapat laporan, dengan sigap 3 unit kendaraan pemadam milik Pemkab Minahasa langsung tiba di lokasi dan memadamkan api. Beruntung, karena kesigapan pemadam kebakaran ini, api yang sudah membakar plafon ruangan kelas tak sempat membesar sehingga sekolah tak jadi terbakar.
Sementara, dari keterangan sejumlah saksi menyebutkan, api diduga berasal dari pembakaran sampah kering dibagian belakang ruangan boga. Karena angin kencang maka nyala api langsung membesar dan mengenai plafon ruangan kemudian terbakar.
“Api langsung membesar dari sampah kering yang dibakar dibagian belakang karena ditiup angin,” ujar James Sael, peserta Bimtek pengelola keuangan yang dilaksanakan diaula Wulan, SMK I Tondano, menirukan keterangan warga.
Berbeda dengan keterangan Masye. Menurut Masye dan penanggung jawab ruangan boga, Tini Lembong, asal api dari bagian atas, kemudian jatuh ke tanah dan membakar sampah yang ada dibagian belakang ruangan.
“Kami melihat api berawal dari bagian atas plafon kemudian membakar plafon, dan jatuh disampah yang membuat nyala api semakin besar,” ujar keduanya.(fernando lumanauw)




















