Manado – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof DR David P.E Saerang, SE MCOM (HONS) mengatakan Akreditasi A yang diraih FEB tetap dipertahankan.
“Mengingat tahun depan merupakan tahun yang mengharuskan semua program strata 1 melakukan re-akreditasi, maka sebagai Dekan, Saya berulang-ulang mengingatkan kepada para Kepala Jurusan (Kajur) Ekonomi Pembangunan, Managemen dan Akutansi untuk mempersiapkan berbagai hal,”tegasnya.
Berhubung dengan kepetingan re-akreditasi dimaksud serius dan sebaik mungkin.
“Dengan tekad agar nilai akreditasi tetap dipertahankan,”ujarnya saat puncak Dies Natalis ke-55 Fekon Unsrat,Selasa (22/9/2015) yang dihadiri Rektor Unsrat, Prof DR Ir Ellen J Kumaat,MSc DEA, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof dr Jemmy Posangi, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat, Prof DR dr Grace D. Kandou,MKes, Dekan Fakultas Sosial Politik, Philep Regah, Anggota Senat Fekon dan Kajur
Lanjut ditegaskan, Ketidak mampuan Kajur sekarang atau sebuah kegagalan dan bencana serta bentuk penghianatan kepada nilai-nilai mulia yang ditinggalkan para kajur terdahulu.
Diketahui, Program S1 Fekon Unsrat yakni jurusan ekonomi pembangunan,jurusan managemen dan jurusan akutansi serta sebuah program internasional yang dikenal dengan the internasional business adminitration. Sedangkan S2 terdiri program magister managemen, magister ilmu ekonomi dan magister akutansi. Dan S3 program Doktor ilmu managemen.
Dicapainya akrediatasi A maupun akreditasi B yang dinilai Badan Akreditasi Nasional (BAN) untuk semua program studi yang mendapatkan pengakuan internasional untuk program studi tertentu FEB berhasil mendapatkan status full membership dari BAN Tokyo japan.
Senada dikatakan Rektor Unsrat, capaian yang diraih FEB diharapkan dipertahankan.
“Meski masih berbagai hal yang harus dilakukan pembenahan baik sarana dan prasarana yang dimiliki,”jelasnya.
Dengan tekad yang tulus dalam pengembangan pendidikan baik aspek kuantitas terus ditingkatkan.
Selain itu, FEB dan Unsrat patut berbangga belum lama ini diantara 30 Dekan Ekonomi dan 23 Rektor di Indonesia diundang oleh Presiden Jokowi.
“Ini membuktikan Unsrat diperhitungkan. Dimana kehadiran di Istana Presiden dimaksud memberikan masukan kepada Presiden mengenai pergerakan perekonomian ,”tuturnya.
Menariknya, Mantan Dekan Teknik Unsrat memperlihatkan pertumbuhan perekoniman di Indonesia saat kurs dollar melalui cuplikan film. (tian)




















