Manado – Lebih dari satu tahun menjabat pelaksana tugas (Plt) di dua SKPD berbeda, Dr. Drs. Audy Ronald Richard Pangemanan, AP, M.Si belum juga didefinitifkan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut).
Purna Praja STPDN/IPDN angkatan 05 ini tercatat menjabat Plt Kepala Dinas Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provinsi Sulut selama 8 bulan (Juni 2025-Januari 2026) dan kemudian dimutasi ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan menjabat Plt. Kadis sudah masuk 6 bulan (Februari 2026-saat ini). Total sudah 14 bulan berstatus Plt. Kadis.
Diketahui, sesuai aturan (Surat Edaran Kepala BKN Nomor 2/SE/VIII/2019), masa jabatan Pelaksana Tugas (Plt) adalah paling lama 3 bulan. Penugasan ini dapat diperpanjang paling lama 3 bulan lagi jika sampai batas waktu tersebut belum ditetapkan pejabat definitif.
Sejumlah birokrat di lingkungan kantor gubernur mengaku heran mengapa mantan Sekda Kota Bitung tersebut tak kunjung dilantik sebagai Kadis definitif. Pasalnya, Pang-lima Audy (Pang-lima adalah predikat yang disematkan kepada angkatan 05 STPDN untuk mengidentifikasikan leting mereka), dikenal sebagai birokrat yang sejak awal bersama YSK-Victory bahkan sebelum pasangan ini terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.
“Pak Audy bahkan merupakan salah satu orang yang mempopulerkan penyebutan salam petarung,” ujar sumber kantor gubernur yang enggan namanya dipublikasikan.
Melihat loyalitas dan kemampuannya, sumber lain yang juga meminta namanya tak dipublikasikan mengaku prihatin melihat nasib Audy Pangemanan yang tak seberuntung Kadis Kebudayaan dan Karo Kesra yang begitu pindah ke Pemprov Sulut langsung dilantik sebagai pejabat eselon 2 atau Kepala BKD dan Kadisperindag yang jalan masuk sebagai pejabat eselon 2 definitif begitu mulus.
“Franky Tintingon, kolega, adik tingkatnya yang awal Februari sama-sama ditunjuk sebagai Plt Kadis bahkan telah dilantik,” celetuk sumber.
Karena tak kunjung definitif sebagai Kepala SKPD, sehingga Audy diidentikkan sebagai Panglima Tituler (Istilah bagi seseorang yang diberikan gelar komando namun tidak memiliki kekuasaan atau jabatan struktural. Pemiliknya tidak memiliki wewenang komando penuh pasukan di lapangan) atau disebut juga sebagai Panglima De Facto (Pemimpin yang memimpin atau mengendalikan suatu pasukan atau kelompok berdasarkan pengakuan atau kendali di lapangan, tanpa adanya legitimasi hukum atau otoritas resmi dari pemerintah yang sah).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulut, John Marentek dikonfirmasi wartawan terkait belum didefinitifkannya rekan satu leting-nya dalam jabatan eselon 2 mengatakan tinggal menunggu waktu.
John memberi isyarat bahwa Pang-lima Audy tidak akan definitif sebagai Kadispora.
“Kami masih mencari posisi yang pas. Ada pertimbangan-pertimbangan seorang pejabat cocoknya di mana,” kata John menjawab wartawan, Kamis pekan lalu.
Rumor beredar di lingkungan kantor gubernur Sulut, Audy Pangemanan akan menduduki jabatan Kepala Dinas Perhubungan sebagai suksesor Isak Rey yang akan segera pensiun (purna bakti) atau menjadi Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik menggantikan Zainuddin Hilimy yang melempem di jabatan ini.
Audy Pangemanan sendiri merupakan seorang birokrat senior yang merupakan rekan satu leting dari Sekprov Tahlis Gallang, Asisten 2 Jemmy Ringkuangan dan Kepala BKD John Marentek.
Pang-lima Tahlis Gallang dalam beberapa kali kesempatan diskusi dengan wartawan menyebutkan bahwa Audy Pangemanan adalah Pang-lima dari Sulut paling cerdas di angkatan mereka (05). “Iya (Audy, red) paling pintar di antara kami seangkatan kontingen Sulut. Ia memiliki kepribadian yang baik dan merupakan orang berprinsip,” ungkap Pang-lima Tahlis.




















