Salilo, Kaligis, Kotambunan Kandidat Dirut Bank SulutGo

Manado – Siapa saja sosok yang bakal tampil menjadi Direktur Utama Bank SulutGo, kini menjadi pergunjingan banyak kalangan pebisnis dan perbankan Sulawesi Utara.

Beberapa nama sudah muncul antara lain dua “orang dalam” Jeffry Salilo, Direktur Kepatuhan dan Novry Kaligis Direktur Marketing disebut-sebut bakal menduduki posisi Direktur Utama. Selain Salilo dan Kaligis, nama Arthur Kotambunan yang juga pernah berkarier di Bank Sulut, juga disebut memiliki peluang.

Namun, hingga RUPS terakhir, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw belum bisa memastikan siapa calon Dirut Bank SulutGo. “Belum, belum. Pokoknya Dirut nanti yang beritegritas,” jawab Olly ditanya wartawan disela-sela RUPS, Rabu (15/6).

Sementara itu, Wagub Sulut Steven Kandouw yang ditanya apakah Direksi Bank SulutGo akan didominasi orang dalam atau orang luar, mengatakan kepada wartawan, “Achhh, tidak ada kriteria luar dalam. Kita ikut aturan rekrutmen yang diatur bersama Bank Indonesia,” kata Steven.

Sementara itu dari pemantauan di Bank SulutGo sendiri dalam beberapa bulan terakhir ini muncul friksi dijajaran elite. Kepentingan kelompok di elite bank daerah itu mulai mencuat setelah suksesi Gubernur Sulut awal tahun 2016. Sudah jadi rahasia umum, sejak suksesi gubernur Sulut, sudah muncul kelompok kepentingan di bank itu.

“Kelompok kepentingan internal bank SulutGo tidak patut dan tidak professional,” kata Joppie Worek, pemerhati sosial ekonomi Sulut.

Menurutnya, RUPS Bank SulutGo untuk penentuan komisaris dan direksi harus bersih dari kelompok kepentingan. “Ini lembaga ekonomi harus benar-benar dirancang dan dikelola dengan prinsip professional dan profitable,” kata pria yang dikenal kritis di berbagai bidang ini.

Dia mengatakan, RUPS Bank SulutGo untuk menetapkan komisaris dan direksi baru sudah terlalu lama dalam penantian public. “Terlalu lama dalam penantian public, dan itu tidak elok. Biasa ada kefakuman dan berdampak pada citra dan kepercayaan public,” tuturnya.

Jika terlalu lama menggantung, tidak elok dan bisa jadi olok-olokan. Apalagi, Bank SulutGo dalam beberapa tahun terakhir ini sedang dililit beberapa persoalan yang cukup serius. (***)

Tinggalkan Balasan

News Feed