Santa Claus Manado ‘Brutal’, Dirlantas Saksikan Anak Kecil Menangis

Santa Claus di Manado dan sekitarnya cendrung brutal sehingga banyak dikeluhkan masyarakat.
Santa Claus di Manado dan sekitarnya cendrung brutal sehingga banyak dikeluhkan masyarakat.

Manado – Direktur Direktorat Lalulintas Polda Sulut, Kombes Pol Stephen M Napiun menyayangkan adanya kegiatan perayaan Festival Santa Claus yang diselenggarakan di Sulut terlebih khusus di Manado. Dia menilai kegiatan tersebut sudah tidak mencerminkan dengan nilai-nilai kristiani.

“Ini sudah tabiar atau kebablasan. Sudah tidak lagi mencerminkan nilai-nilai kristiani,” kata Stephen Napiun yang juga merupakan seorang pendeta ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa ( 10/12).

Kegiatan Santa Claus yang merupakan agenda rutin tiap tahunnya di Sulut, memang sudah pernah dikomentari oleh Stephen Napiun.

Dirinya pun sudah menginturuksikan dan menyebarkan kepada media bahwa kegiatan seperti itu akan dibatasi. Langkah yang diambil sudah dipikirkan secara matang dan berkonsultasi dengan pemuka beberapa pemuka agama kristen yang ada di Sulut.

Dia pun bahkan telah mengumandangkan bahwa kegiatan tersebut diperbolehkan namun dibatasi dan harus tertib. Namun kembali dirinya sangat menyayangkan dengan kebablasannya kegiatan tersebut.

Dikatakannya, semua harus menyadari bersama bahwa Santa Claus dan Piet Hitam itu tidak ada dasar dalam alkitab.

Hanya sebagai perlambangan bagaimana umat kristen mempunyai kasih dan memperhatikan orang lain. Intinya yakni memperdulikan orang lain sebagai orang yang diberkati untuk memberkati orang lain. Namun, dengan kebablasannya makna dari kegiatan tersebutberdampak sangat buruk kepada anak-anak.

“Saya pun sampai melihat langsung bahwa ada anak perempuan yang ditakut-takuti oleh Piet Hitam dan anak kecil itu menangis. Ini sudah tidak benar lagi. Sudah melenceng dari makna sebenarnya,” ucapnya.

Selain itu, dia juga sudah melihat bahwa kegiatan tersebut sudah melenceng. Festival Santa Claus yang seharusnya didengarkan lagu-lagu natal, kini sudah berubah. “Kenapa tidak membawa lagu-lagu natal biar membawa damai. Kami sebenarnya tidak melarang kegiatan seperti itu, tapi ini sudah kebablasan,” ketusnya.

Ia pun meminta bagi perusahaan dan dari komunitas masyarakat yang menyelenggarakan Festival Santa Claus ini, harus memenuhi peraturan yang ada. Bukan hanya perijinan saja, tetapi keputusan tentang pembatasan waktu, pembatasan jumlah kendaraan dan juga pembatasan jumlah pesertanya harus diikuti. “Kami sudah batasi hanya boleh 5 mobil dan 10 motor,” terangnya.

Stephen mengarapkan agar kegiatan tersebut tidak arak-arakan bisa meminta kawalan dari polisi supaya bisa tertib. Kata dia, Kapolda bahkan sudah memberikan imbauan agar para peserta bisa meminta pengawalan pihak kepolisian, supaya semuanya lebih tertib.

Dengan banyaknya keluhan dari masyarakat, Stephen pun menegaskan tidak akan mentolerir hal ini Apalagi jika tidak tertib berlalulintas. “Kita akan tegas karena masukan-masukan masyarakat yang sudah begitu banyak atas kurang tertibnya pelaksanaan Santa Claus,” tegas Stephen. (kontributor)

Tinggalkan Balasan