KLABAT – Pesta Adat Tulude Desa Budo Kecamatan Wori yang digelar pemerintah desa bersama masyarakat Sabtu, (26/1/2024) sarat pesan moral spiritual yang disampaikan dengan kosa kata khas yang apik menggunakan sastra daerah Nusa Utara.
Hal ini terlihat saat prosesi pemotongan kue adat tamo yang didahului dengan Manahulending yakni doa yang mengandung; Uwuse, yaitu pemulih, penawar kesalahan dan kekeliruan. Hiwusala, permohonan kepada Gengghona untuk pemulihan doa yang dibuat sepanjang tahun. Sashige Lawe, usaha menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Pananggung/Pangumbahase, yaitu doa permohonan ketangguhan menghadapi segala cobaan yang datang mengganggu perjalanan hidup di tahun yang baru. Somahe, yaitu permohonan kekuatan untuk dipakai dalam berusaha, sekaligus mohon penyertaan Tuhan untuk memberkati usaha yang dikerjakan, sehingga mendatangkan berkat.
Bupati Joune Ganda yang diwakili oleh Asisten I Umbase Mayuntu mengatakan, Tulude adalah upacara yang ditujukan untuk menyembah Tuhan dan bersyukur.
“Lewat pesta adat Tulude juga kita dapat membangun persatuan dan kesatuan. Amat terlebih beberapa hari kedepan kita akan menghadapi agenda nasional yaitu pemiihan anggota legilatif DPRD Kabupaten, DPRD Sulut, DPD, DPR RI dan Presiden dan Wakil Presiden,” tukas Mayuntu.
Lanjut dikatakan Mayuntu, atas nama Bupati mengajak seluruh masyarakat Minut untuk tetap memelihara keamanan dan ketertiban dalam menghadapi pesta demokrasi pilcaleg dan pilpres.
“Sukseskan pemilu dengan aman dan damai. Berbeda pilihan itu biasa jangan sampai terjadi saudara atau tetangga saling bermusuhan karena berbeda pilihan,” pesan Mayuntu seraya mengapresiasi Pemdes Budo yang sudah melaksanakan Pesta Adat Tulude yang merupakan adat budaya etnis Nusa Utara.
Kesempatan yang sama, Camat Wori, Endru Palandung berterima kasih kepada Pemdes Budo yang dipimpin oleh Hukum Tua Lisbet Lintogaring yang telah melaksanakan Pesta Adat Tulude.
“Ini adalah kepedulian pemdes dan masyarakat dalam melestarikan kekayaan budaya etnis Sangihe Talaud,” ujar Palandung.
Sementara itu Hukum Tua Desa Budo Lisbeth Lintogaring menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemkab Minut atas atensi yang luar biasa melalui kehadiran para pejabat Pemkab Minut.
“Ini adalah pelaksanaan Tulude yang kedua saat saya memimpin desa ini. Kami bersyukur acara yang sarat dengan doa ini dapat terlaksana. Semoga pemerintah dan masyarakat Desa Budo selalu diberkati di tahun berjalan ini,” ungkap Hukum Tua Lintogaring.
Hadir dalam acara pesta adat Tulude ini, Anggota Dewan Sulut Berty Kapojos, Komandan Satdik 4 TNI AL Manado di Likupang Kol, Mar. Hendy Dwi Bayu Ardianto, Kadis PMD Minut Fredrik Tulengkey SH, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Femmy Pangkerego, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Wori, Sekcam Wori Oktavianus Mayuntu dan Caleg DPRD Provinsi Sulut dari Partai Golkar, Andhika Santiago Yahya Baramuli LLB, Hons MSC, para mahasiswa dari Politeknik Negeri Manado dan Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Nusantara dari Medan Sumatera Utara.
Menurut laporan ketua panitia acara pesta adat ini terlaksana melalui pendanaan Pendapatan Asli Daerah, swadaya masyarakat dan sumbangan bahan baku empat buah kue tamo yang disumbangkan donatur atas nama Andhika Santiago Yahya Baramuli.(FerdinandRanti)





















