Sekda Bolsel Dipercayakan Perwira Upacara pada Pelantikan Pamong Praja IPDN Jatinangor

Bandung – Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono melantik 1459 Pamong Praja Muda (PPM) lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XX bertempat di Kampus IPDN Jatinangor Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/08) lalu.


Upacara pelantikan dimulai pukul 09.00 WIB dipimpin komandan upacara Bupati Simeuleu Provinsi Aceh NAD Drs Hardi Riswan NS MSc dan sebagai perwira upacara adalah Tahlis Gilang SIP MSi Sekretaris Daerah Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Utara, keduanya mantan alumi IPDN. Sementara pembaca ikrar Pamong adalah Praja Muda Ali Akbar Siagian asal Sumatera Utara dan Ricky Ekasari Rahmadani asal Jawa Timur.


Soesilo B Yudhoyono  dalam sambutannya mengatakan, memberi selamat kepada lulusan PPM. Presiden minta kepada para lulusan untuk mempersiapkan diri agar setiap penugasan yang diberikan dapat berhasil dan terlaksana dengan baik dan sukses.


Saat ini, ungkap SBY, lulusan IPDN tahun 2013 merupakan hasil dari perbaikan dan perubahan menyeluruh dari sistem pendidikan yang ada di IPDN.


“Melalui Perpres No.1 tahun 2009,  Pemerintah telah menerapkan penyempurnaan sistem pendidikan melalui perubahan nomen klatur sehingga pendidikan IPDN semakin baik,” urai SBY.


Lebih lanjut, Presiden menerangkan bahwa pengasuhan saat ini dilakukan secara seimbang, sehingga kondisi fisik para Praja senantiasa siap dalam mengikuti pendidikan dan pelatihan.


Kita telah menghentikan cara-cara pengasuhan yang merusak. “Kita tidak ingin akibat pengasuhan yang salah menyebabkan para PP memiliki prilaku yang tidak baik sesuai dengan karakter abdi negara dan pemimpin masyarakat,” tegas SBY.


Presiden memberi apresiasi kepada lembaga Kepamong Prajaan Kemdagri yang telah melahirkan lulusan calon pemimpin yang berkualitas dan berintegritas.


Saat ini aparatur negara diharapkan dapat menjalankan pemerintahan yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan.

Reformasi Birokrasi yang sedang dijalankan Pemerintah dinilai berhasil, bila tidak ada tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh para aparatur negara. “Aparatur yang baik bila bisa bekerja secara efesien, tepat waktu dan akuntabel,” ungkap SBY.


Reformasi Birokrasi juga bisa berhasil bila ada Reward dan Punishment yang diberikan secara adil dan merata. Reward kepada aparatur yang menjalankan tugasnya dengan baik dan punishment kepada aparatur yang bertindak lalai serta bekerja dengan buruk.


Diakhir sambutannya, SBY berpesan kepada para PPM agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan sebaik-baiknya. Ikutlah memlihara masyarakat yang rukun dan damai serta penuh toleransi.


“Mari bangun citra pemerintah yang baik dan bersih serta dirindukan kehadirannya oleh masyarakat. Bertanggung jawab dalam tugas dan tepati sumpah jabatan baik kepada Tuhan YME, kepada manusia dan diri sendiri. Serta menjauhi tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang.


Junita Ignata Paat asal Tomohon salah satu praja dari 50 siswa IPDN asal Sulut yang diwisuda saat dijumpai wartawan media ini menuturkan, pengalaman selama belajar di kampus IPDN sangat menyenangkan. “Belajar di IPDN ada suka dan duka yang dialami namun banyak sukanya,” tuturnya.


Perihal kekerasan yang selama ini dibicarakan masih terjadi, ungkap Junita, tidaklah benar. Sejak kasus 2007, IPDN lebih berhati-hati lagi dalam setiap kegiatan maupun dalam latihan.


Junita berharap, bagi adik-adik kelas yang berasal dari Sulut untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikan dan terus berupaya untuk berusaha hingga kelulusan.


Sejak IPDN dimulai angkatan I hingga angkatan XVIII (tahun 2009) berjumlah 15.225 orang. Sementara jumlah Praja IPDN yang masih mengikuti pendidikan berjumlah 5.502 praja yang tersebar di kampus IPDN Jatinangor dan Cilandak serta 7 kampus IPDN daerah yang ada di Bukit Tinggi Sumatera Barat, Rokan Hillir Riau, Pontianak Kalimantan Barat, Mataram NTB, Makassar Sulawesi Selatan, Manado Sulawesi Utara dan Jayapura Papua.

Tinggalkan Balasan