MITRA- Belum tuntasnya terkait penyelesaian aset daerah di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Mitra, membuat posisi Robby Ngongoloy selaku kepala Dinas di instansi tersebut menjadi taruhan
Pasalnya, meskipun telah diberikan kesempatan beberapa kali untuk menyelesaikan aset yang masih kabur, pihak Dikpora sampai saat ini belum juga bisa menuntaskannya.
Menanggapi hal itu, Wakil bupati Mitra, Ronald Kandoli, mengatakan ย belum tuntasnya pendataan dan rekon aset di Dikpora Mitra tentu akan berkonsekuensi pada penggantian pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dimaksud. “Yang bersangkutan sudah buat pernyataan bahwa apabila tak mampu menuntaskan masalah aset, dirinya bersedia diganti,” ujar Kandoli di kantor Bupati Mitra.
Terkait hal tersebut, Kandoli, mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan batasan tenggak waktu kepada Nglongoloy untuk menuntaskan pendataan semua aset di lingkup Dikpora Mitra, termasuk sekolah-sekolah negeri yang ada di Mitra. “Sesuai kesepakatan, batas waktunya yang diberikan kepada yang bersangkutan adalah Jumat (13/6). Jika tak tuntas akan kami ganti,” tegasnya.
Meskipun terancam, Ngongoloy mengaku optimis bisa menuntaskannya hinga batas waktu yang diberikan. Bahkan dia berjanji akan mengusahakan penuntasan sebelum batas waktu, yakni Rabu (11/6). “Sekarang kan tinggal rekon aset, dan kami sudah kerahkan 24 tenaga untuk membantu. Oleh karena itu kami optimis dan akan berusaha menuntaskannya pada Rabu,” katanya.Menurut Ngongoloy, penuntasan aset di lingkup Dikpora, dengan jumlah item aset sekitar 1 Juta lebih itu, tentu bukan pekerjaan muda. Apalagi ada sejumlah aset yang data pendukungnya sulit ditemukan, sehingga harus ditelusuri ke pihak ketiga. “Oleh karena banyaknya aset yang sementara didata, sudah barang tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk menuntaskannya,” jelasnya.
Terkait penilaian, pihaknya tetap menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan, selaku pemberi mandat tugas. “Kami terus berusaha dan menargetkan akan tuntas sebelum batas waktu. Namun apabila tak tuntas, tentu ada konsekuensi yang mesti kami taati, dan itu sudah kami tandatangani di hadapan pimpinan,” tandasnya.(Jay)




















