MITRA- Sempat terhenti dari pemberitaan terkait pertanggungjawaban Yayasan Berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU), kini masyarakat Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mendesak agar YPBSU dapat menguraikan pertanggungjawaban terkait bantuan yang sudah disalurkan.
Pasalnya, setelah DPRD Mitra memanggil hearing pengurus YPBSU untuk meminta penjelasan tentang sisa dana 15 Miliar dari PT Newmont Minahasa Raya, sampai saat ini belum ada tindak lanjut oleh pihak YPBSU sendiri. “Sebenarnya masyarakat di 22 desa yang ada di Mitra, merasakan secara merata dana skira 30 Miliar yang dihibahkan oleh pihak P.T Newmont,” sebut Marthen warga Ratatotok, kepada wartawan, Senin (2/6).
Lanjut dia, jika dikalkulasikan perdesa yang akan mendapat bantuan, satu desa mendapat 450 juta per tahun. Jadi masih ada 15 Miliar yang masih mengambang. “Itu yang kami masyarakat ingin tahu, agar semua transparan,” ucapnya.
Sementara, Vocke Ompi yang juga anggota Dekab Mitra, mendukung akan pernyataan warga yang berani mempertanyakan dana tersebut. “Sudah semestinya masyarakat mengunjingkan akan bantuan pertanggungjawaban dari pihak yayasan, ini dimaksudkan agar semua menjadi jelas,” terang Ompi.
Menurut Ompi, YPBSU sudah dihearing oleh Dekab Mitra belum lama ini . Dan, dipastikan akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas akan masalah YPBSU. Sebagai anggota dewan yang merupakan wakil rakyat sudah sepantasnyalah memback up akan semua aspirasi. “Pasti akan ada tindak lanjut untuk masalah YPBSU. Ini masalah uang, makanya mesti ada penjelasan detail. Selain itu, dana ini bukan jumlah yang kecil,” ujar Ompi.
Sembari mengatakan, jika memang pihak YPBSU mempercayakan dana ini dikelola oleh pemerintah daerah untuk mengelolanya, maka dia pastikan, bukan sedikit kegunaannya untuk pembangunan di masyrakat. Apalagi dengan adanya program revitalisasi pembangunan. 450 juta pertahun, akan mampu memperbaiki semua fasilitas di desa. “Sangat disayangkan dana sebesar itu, peninggalan dari PT NMR, jika tidak mengena sasaran,” pungkas Ompi.


























