
Minsel,-Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum(SPBU) di Kabupaten Minahasa Selatan , dinilai tidak menjalankan sesuai dengan prosedur yang diterapkan oleh pihak Pertamina maupun Pemkab Minsel. Masing masing SPBU yang antara lain SPBU Amurang(Kambiow),Tumpaan dan Amurang(Kapitu) .
Lantaran, ketiga SPBU tersebut selalu melakukan kesalahan . Dimana, tiga SPBU tersebut, dilaporkan selalu mengisi BBM dengan menggunakan Galon atau Gergen.
Sekertaris Laskar Anti Korupsi Indonesia(LAKI) cabang Minsel Hanny pantow , kepada media menuturkan, bahwa setipa SPBU banyak melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak jenis Premium dan Solar.
“Ya, tiga SPBU di Minsel bukan baru sekarang disebut nakal. Sudah terlalu lama praktek mereka tersebut. Bahkan, pemilik sendiri tidak mengetahui hal diatas. Namun demikian, petugas pun tetap mengisi BBM dengan galon-galon lain. Padahal, mereka (petugas, red) harus lebih dulu mengisi tangki-tangki kendaraan roda dua atau empat lebih dulu,’’ tanya Hanny.
Hanny juga menilai bahwa petugas di tiga SPBU merasa bahwa mereka mendapat jatah Rp 10.000/gallon dari pemilik gergen. Bayangkan, kalau ada puluhan gergen yang siap diisi, berapa saja yang mereka untung?
“Oleh sebab itu, LAKI siap laporkan SPBU nakal ke Bagian Perekonomian Setdakab Minsel. Apabila, pihak SPBU di Minsel tak mengindahkannya. Maka, LAKI siap laporkan hal diatas langsung ke PT Pertamina di Manado. Sebab, hal ini sudah sangat memprihatinkan. Lagi pula, rakyat Minsel lebih khusus pengendara roda dua dan empat merasa dianaktirikan,’’ tegasnya.
Kabag Perekonomian Setdakab Minsel Drs Corneles Mononimbar, MM membenarkan hal diatas. “Ketiga SPBU di Minsel yaitu di Amurang, Tumpaan dan Kapitu benar nakal. Mereka itu sudah banyak kali dilaporkan. Tapi saying, pihak pengelola pun enggan menegur petugas-petugas SPBU dimaksud. Namun demikian, apabila terus menerus mengakibatkan BBM selalu habis. Pihaknya akan melakukan langkah tegas yaitu mencabut izin pengoperasiannya. Tunggu saja, bahwa pihaknya lagi memberi toleransi terakhir bagi mereka,’’ tukas Mononimbar dengan nada keras pula.
Laporan:Jufan Dissa

























