
Presiden dalam sambutan mengatakan, intisari pancasila adalah Gotong royong, dimana tanggung jawab membangun bangsa kedepan adalah dilandasi dengan semangat gotong royong, karena itu adalah modal sosial. Gotong royong adalah jiwa bangsa. Gotong royong harus dimaknai dengan baik dan aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Presiden memberi apresiasi atas pelaksanaan kegiatan BBGRM ke XII dan HKG PKK ke 43 yang diselenggarakan di Sulut.
Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang dalam sambutan mengatakan, terima kasih kepada Presiden yang meluangkan waktu mengunjungi Sulut. Gubernur menyampaikan gambaran wilayah Sulut, dimana Sulut memiliki luas wilayah laut yang besar.
Gubernur berterima kasih atas dukungan Presiden terhadap pembangunan TOL dan KEK dan sejumlah proyek besar di Sulut, semua dilakukan untuk menjadikan Sulut pintu gerbang di Indonesia Timur.
Dalam rangka acara ini, terselenggara untuk penguatan integrasi sosial dan bangsa, di Sulut Gotong royong dikenal dengan mapalus, moposat sebagai unsur kearifan lokal dalam kehidupan rakyat Sulut, gotong royong perlu dijaga untuk menumbuh kembangkan harmonisasi dan kemajemukan dalam bagian bangsa Indonesia yang rukun akan kebinekaannya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, menteri Pertanian Andi Ambram, Menteri Perindustrian Saleh Husein. Menteri PU Basuki Hadimolyono. Pejabat dari beberapa kementerian, Wakil Gubernur Sulut bersama ibu, unsur Forkopimda Sulut dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.(jemsy Tuju)

























