Target PAD UPTD Samsat Tondano Tahun 2017 Capai Rp 53,4 Miliar

Minahasa – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Sulawesi Utara di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Tondano tahun 2017, mencapai Rp 53.426.062.020.

Kepala UPTD Samsat Tondano Flora Rampi SE, kepada Cybersulutnews.co.id, Selasa (07/02) mengatakan, angka ini terbilang naik dari target tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 49.370.529.000.

“Target PAD tahun ini Rp 53.426.062.020, atau naik lebih dari Rp 4 Miliar dibanding tahun sebelumnya. Untuk awal tahun ini, hingga tanggal 6 Februari 2017, realisasinya sudah mencapai Rp 5.973.287.850, sedangkan khusus untuk bulan Januari Rp 5.558.650.900 atau mencapai 124,85 persen dari target per bulan Rp 4.452.217.835,” terang Rampi.

Disinggung mengenai penetapan PAD di tahun 2016 lalu yang mencapai Rp 54 Miliar namun kemudian turun menjadi Rp 49,3 Miliar dan tahun ini dinaikkan menjadi Rp 53,4 Miliar, Rampi menerangkan bahwa hal itu dipengaruhi beberapa faktor yang telah melewati sejumlah kajian di Dispenda Provinsi Sulut.

“Memang bila me-review kembali di awal tahun 2016 lalu, ditetapkan PAD untuk UPTD Samsat Tondano sebesar Rp 54 Miliar, atau naik dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 51 Miliar. Namun seiring waktu, beberapa faktor kemudian mempengaruhi terjadinya pasang surut target PAD. Seperti diantaranya, daya beli kendaraan bermotor oleh masyarakat yang menurun karena penghasilan panen yang menurun, kemudian pembelian kendaraan yang booming di tahun 2014 sehingga diprediksi 3-4 tahun kemudian baru akan membeli kendaraan lagi setelah lunas kredit karena rata-rata kendaraan dikredit, dan beberapa faktor lain. Sehingga kemudian, ada pemangkasan target PAD,” terang Rampi.

Namun demikian, UPTD Samsat Tondano optimis tahun 2017 ini pencapain PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor bisa tercapai.

“Sekali lagi, tercapainya target PAD ini juga bergantung dari kesadaran masyarakat di Minahasa dalam melunasi pajak kendaraan bermotor mereka, baik roda dua maupun roda empat. Karena hasil dari pajak tersebut juga untuk pembangunan di Minahasa, karena dari 30 persen bagi hasil pajak nanti untuk Minahasa,” tukasnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan