Tersandera Dosa Masa Lalu, 9 Pejabat Pemprov Sulut Masuk Daftar Hitam Olly Dondokambey

Manado – Sejumlah pejabat struktural eselon II Pemprov Sulut ditengarai masuk daftar hitam (black list) calon Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Bila Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut tersebut terpilih sebagai Gubernur, maka para pejabat dimaksud menjadi target untuk ‘ditendang’.

Sumber terpercaya di Olly Dondokambey Centre (ODC) menyebutkan, pejabat yang masuk daftar hitam berjumlah 9 orang. Mereka masuk daftar hitam karena dosa masa lalu kepada Olly Dondokambey.

Lantas apa dosa 9 pejabat ini? Sumber ODC membeber, 9 orang pejabat ini terlibat dalam demo di KPK tahun lalu. Di mana mereka diduga ditugaskan oleh orang nomor satu Sulut kala itu untuk menggerakkan LSM dan kelompok masa untuk melakukan demo di halaman kantor KPK jln Rasuna Said Jakarta. “Materi demo yaitu meminta KPK mengusut dugaan keterlibatan Olly Dondokambey di sujumlah kasus korupsi,” beber sumber.

Lanjut sumber, 9 nama pejabat ini diperoleh Olly Dondokambey dari salah satu tokoh Sulut di Jakarta yang sempat dimintai bantuan untuk demo tersebut. Meski sudah mengantongi dalang termasuk 9 nama pejabat di balik demo di KPK, namun Olly Dondokambey sengaja menyimpan nama-nama tersebut demi menjaga stabilitas jelang dan saat pencalonannya sebagai gubernur. “Pak Olly tidak mau terjadi riak-riak jelang dan saat pencalonan,” ungkap sumber.

Tetapi, menurut sumber, 9 orang ini menjadi target utama dilengserkan jika Olly terpilih sebagai Gubernur Sulut. “Begitu Olly terpilih, 9 pejabat ini akan dirolling,” ujar sumber jumawa.

Sumber kemudian mengungkap bahwa, di tim sukses Olly Dondokambey, pejabat pemprov Sulut dikategorikan dalam 4 jenis, yaitu, pejabat selamat pagi, pejabat selamat siang, pejabat selamat sore dan pejabat selamat malam.

Pejabat selamat pagi yaitu mereka yang bergabung dan bekerja memenangkan Olly dari awal. Pejabat selamat siang adalah pejabat yang bergabung dan bekerja memenangkan Olly pasca penetapan Cagub/Cawagub oleh KPU.

Pejabat selamat sore adalah pejabat yang bergabung setelah survei-survei menyatakan keunggulan Olly, sementara pejabat selamat malam adalah pejabat yang terakhir bergabung. Pejabat yang terakhir ini adalah mereka yang bergabung setelah Sinyo Harry Sarundajang (SHS) tak lagi berkuasa.

Adapun penentuan calon penjabat Bupati/Walikota yang diusul Gubernur Sumarsono konon tak lepas dari daftar hitam Olly. Skema calon penjabat Bupati/Walikota yang disusun SHS dirombak total oleh Sumarsono. Ditengarai, tak diakomodirnya sejumlah nama yang sebelumnya digadang-gadang SHS jadi Penjabat Bupati/Walikota oleh sumarsono dikarenakan faktor rekomendasi Olly. “Beberapa nama yang disiapkan SHS masuk dalam 9 nama daftar hitam olly,” imbuh sumber.

Tinggalkan Balasan