Tiga Anak Tewas Tengelam, Satu Korban Masih dalam Proses Pencarian

Ilustrasi Tewas
Ilustrasi Tewas

Manado-Kamis (31/10) sekira pukul 13.30 Wita, warga di Kelurahan Calaca Kecamatan Wenang, tepatnya di pasar Bersehati, dan sebagian warga di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting, mendadak gempar. Tiga Anak Baru Gede (ABG) berasal dari Kelurahan Singkil Dua, Lingkungan II Kecamatan Singkil, masing Muhamad Rizky Hisin (9), beresama Dua kakak-beradik, Arjun (15) dan Agon Gargaji (14), tengelam diseret arus ombak pantai, hingga tewas. Sedangkan Enam rekan lainnya, Lutvi Zaid (14), Rivaldy Nago (13), Yayan Mauda (14), Nyong (14), Aldi (12) dan Bolo (14), berhasil selamat dari maut.

Beberapa jam kemudian, sekira pukul 15.40 Wita, warga berhasil menemukan seorang dari mereka Arjun Gargaji. Tiba-tiba warga yang berlokasi di Kelurahan Sindulang Dua, menemukan seorang korban bernama, Muhamad. Dua ABG ini pun langsung dibawa ke rumah sakit Malalayang. Informasi dirangkum CSN di lokasi kejadian, Sembilan ABG ini beramai-ramai saling mengajak pergi mandi pantai. Tujuanya dipinggiran muara sungai jengki. Sesampainya di lokasi yang dimaksud, mereka pun memilih tempat yang airnya tenang, dimana nelayan sekitar memarkirkan perahunya melindungi terjangan ombak.

Tak berselang lama, mereka pun memutuskan mencoba bermain air di seberang, yang ombanya kencang (paka-paka ombak). Derasnya ombak, membuat Empat korban terseret, Nyong (Selamat), Arjun (tewas), Agon (belum diketemukan) dan Muhamad (tewas). Seorang lelaki Ahmad Jafar (38) warga Kelurahan Sindulang Satu, berada di lokasi. Melihat korban terseret arus, ia pun dengan cepat berusaha berenang menolong korban. Namun, derasnya obak ia tak bisa berbuat banyak, ia pun berhasil menyelamatkan seorang bernama Nyong. Seketika itu juga, Tiga korban lainya langsung hilang dibawa arus air.

Korban lainya yang selamat, berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk menyelamatkan korban lainnya. Beramai-ramai warga dibantu aparat kepolisian, melakukan pencarian di lokasi kejadian. Tiba-tiba mata warga melihat seorang korban terapung diatas air adalah Arjun. Bergegas beberapa lelaki pemberani loncan dan berenang ke tengah air, menarik tubuh korban. Setelah berhasil diangkat, korban sudah tidak bernyawa.

Tak berselang lama, warga kembali menemukan korban Muhamad terapung, juga sudah tidak bernyawa. Kapolresta Manado, Kombes Pol Sunarto, ketika berada dilokasi kejadian, mengatakan, upaya dari Polisi Air (Polair) dibantu warga dan Tim Sar, masih melakukan pencarian satu orang korban. “Mudah-mudahan secepatnya berhasil ditemukan,”jelasnya.(Veb)