Tingkatkan Koordinasi dan Kolaborasi, Disdukcapil KB Sulut Gelar Rakortek Tematik Stunting

Manado – Dinas Kependudukan,Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Provinsi Sulut melaksanakan Rakor Teknis (Rakortek) Tematik Stunting, Kamis (22/5/2025) di Hotel Grand Puri Manado.

Kepala Disdukcapil KB Sulut, Christo darma Sondakh mengatakan, Rakortek ini fokus pada pencegahan dan penurunan stunting, dengan pendekatan tematik yang melibatkan berbagai sektor dan stakeholder. 

“Rakortek ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi, serta untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan dalam upaya penurunan stunting,” ujar Sondakh.

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahlis Gallang saat membuka Rakortek mengatakan, masalah stunting tak akan teratasi bila program dari pemerintah daerah berjalan masing-masing. Artinya perlu adanya kolaborasi atau keroyokan dari semua pihak terkait.

“Hal paling penting perlu ditingkatkan adalah sinergitas, keterpaduan. Program baik di provinsi, kabupaten/kota bahkan ada dari instansi vertikal sudah banyak, tapi jalan sendiri-sendiri akan tak tercapai,” kata Tahlis.

Ia menyinggung soal anggaran. Di mana, semua pemerintah daerah di Sulut memiliki program dalam hal penurunan angka prevalensi stunting.

“Hitung anggaran APBD provinsi bagjan APBD kabupaten/kota, APBN lewat DAK, ditambah anggaran di instansi terkait ada ratusan miliar,” kata Gallang.

“Kalau dipetakak data stunting per kabupaten/kota cukup anggarann satu tahun untuk intervensi. Sehingga diperlukan saat ini adalah sinergitas,” tegasnya.

Gallang menyebut masalah stunting kebanyakan muncul karena faktor ekonomi. Ia memberi contoh kurangnya pendapatan membuat keluarga ekstrem miskin tak memikirkan kebutuhan gizi anak.

Terpisah, Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Sulut Christodharma Sondakh mengatakan intervensi stunting berpatokan dari Undang-undang 59 tentang RPJMN 2025-2045.

“Mengamanakan pemerintah daerah melaksanakan upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting terkonvergen dengan menastikan intervensi terhadap kelompok sasaran, yakni ibu hamil, ibu menyusui, anak usia 0-23 bulan, anak usia 24-59 bulan, remaja putri, serta calon pengantin, keluarga dan masyarakat,” tukasnya

Tinggalkan Balasan