
Tomohonย – Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon terus memacu semua kalangan di daerah ini untuk mendukung gerakan menanam satu miliar pohon yang dicanangkan pemerintah pusat pada tahun ini.
“Tomohon berhasil menjadi kota terbaik dalam penanaman pohon untuk pelestarian lingkungan, jadi dipilih mewakili Sulut untuk mengikuti lomba di tingkat nasional. Penilaian akan dilakukan oleh tim penilai dari Kementerian Kehutanan langsung, mudah-mudahan akan mendapatkan hasil optimal, karena dapat menopang kemajuan daerah,”kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kota Tomohon,ย Freddy Kaligis.
Untuk itu Pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon terus aktif dalam mencegah terjadinya pemanasan global (global warming) dengan menggalakkan penanaman ratusan ribu pohon melibatkan seluruh elemen masyarakat di daerah ini selama beberapa tahun terakhir.
“Di Tomohon, kesadaran masyarakat untuk membantu pemerintah dalam mencegah pemanasan global sudah sangat tinggi. Dengan sadar mereka ikut menanam pohon di Tomohon, totalnya sudah mencapai 744.481 pohon dari berbagai jenis, baik mahoni, cempaka, pakoba, hingga jabon. Gerakan ini juga mendukung program pemerintah pusat untuk menanam satu miliar pohon pada tahun ini dalam menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Kaligis.
Ia menjelaskan, banyak manfaat yang didapat dari kegiatan menanam pohon ini, selain mencegah pemanasan global, juga dapat menunjang penyediaan bahan baku untuk rumah panggung Woloan yang menjadi andalan masyarakat dan pemerintah dalam menopang kemajuan ekonomi daerah.
“Jika sudah besar, pohon yang ditanam bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan bahan baku pembuatan rumah panggung Woloan. Tak perlu lagi lewat illegal loging, sebab pohon tersebut ditanam dominan di tanah pasini (lahan pribadi),” tegasnya.
Manfaat lainnya, adalah bisa menjadi areal rekreasi dan pengkayaan satwa, seperti yang telah dilakukan pemerintah, yakni dengan membuat hutan kota, yang ditanami beragam pohon, seperti pakoba yang buahnya dimanfaatkan Burung sebagai makanan serta pohon Jabon, yang digunakan untuk membuat mebel.
“Hutan kota ini menjadi paru-paru Tomohon, sebab seluruh tanamannya dilindungi. Jadi, areal ini juga menjadi lokasi pengkayaan dan penangkaran satwa, karena banyak hewan seperti burung yang datang ke sini untuk makan, selain juga menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat, dengan melihat indahnya panorama Gunung Lokon secara langsung,” tegas Kaligis.
ah-mudahan akan mendapatkan hasil optimal, karena dapat menopang kemajuan daerah,” tuturnya. (maria wolajan)




















