by

Tuai Apresiasi, KPU Manado Sukses Laksanakan Pelantikan dan Bimtek KPPS

Manado – Komisi Pemilihan Umum Kota Manado berhasil melaksanakan pelantikan dan bimbingan teknis (Bimtek) bagi 9.597 orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bertugas di 1.371 TPS di Kota Manado pada 14 Februari 2024 nanti.

Pelantikan dilakukan pada tanggal 25 Januari 2024 sedangkan Bimtek dilaksanakan sejak tanggal 26 hingga 30 Januari 2024.

Mayoritas anggota KPPS mengungkapkan apresiasi dan terima kasih karena telah dilantik juga di-Bimtek.

Adapun dalam pelaksanaan Bimtek, KPPS mengaku mendapatkan materi yang mudah dipahami yang akan mereka implementasikan dalam tugas kerja di TPS nanti.

“Dalam kegiatan Bimtek kami mendapatkan snack, makan siang dan uang transportasi dan uang harian,” ujar Enjeli Luis Umboh, KPPS TPS 37 Kelurahan Paniki Bawah.

Pernyataan Umboh mewakili ratusan testimoni dari Anggota KPPS se-Kota Manado yang mengaku berterima kasih kepada KPU Manado yang memberikan uang transportasi dan uang harian sebesar Rp. 260.000,- tanpa potongan sepeserpun.

Adapun penyebar berita bohong (hoax) potongan anggaran Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang di unggah di akun Facebook Johanis Masalep dalam grup SULUT VIRAL menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada KPU Manado.

Pengguna akun Johanis Masalep yang diketahui berinisial CM yang berdomisili di Kelurahan Winangun, Kecamatan Malalayang, mengakui bahwa apa yang telah dilakukannya adalah hal yang salah dan keliru dengan kejadian sebenarnya.

“KPU Manado telah menyalurkan sesuai yang dijanjikan untuk anggaran Bimtek KPPS, dan tidak ada potongan sedikitpun seperti yang saya unggah dalam postingan tersebut. Dengan demikian saya mengakui bahwa apa yang saya lakukan adalah hal yang salah dan membuat komisioner KPU Manado murka,” terang CM saat melakukan klarifikasi ke media.

CM yang juga merupakan salah satu penyelenggara di tingkat kelurahan mengaku khilaf dan ceroboh dalam menggunakan media sosial, sehingga membuat KPU Manado mengambil tindakan hukum.

“Dengan kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada KPU dan masyarakat Kota Manado atas tindakan yang saya lakukan. Melalui permohonan maaf secara terbuka ini saya berharap ada pengampunan dari pimpinan KPU Manado atas kekhilafan yang saya lakukan,” ujarnya.

Dia juga mengakui, sebelum ada tindakan hukum, dirinya sudah melakukan klarifikasi dalam bentuk pembenaran dan penyebaran berita Konferensi Pers KPU Manado.

“Saat diberikan kesempatan untuk klarifikasi dalam waktu 1×24 jam, saya sempat melakukannya di sejumlah akun media sosial, dengan niat meluruskan apa yang disampaikan di akun bernama ‘Jonanis Masalep’ adalah kabar yang salah. Semuanya saya posting dengan tajuk berita hasil konferensi Pers Ketua KPU Manado Ferley Kaparang,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tanpa berbelit dan banyak alasan, dirinya tetap mengakui kesalahan yang dia lakukan dan berniat untuk melakukan perdamaian dengan komisioner KPU Manado.

“Saya sudah menyampaikan permohonan maaf saya secara pribadi kepada pimpinan KPU Manado melalui obrolan WhatsApp, karena memang belum ada kesempatan untuk bertatap muka. Namun melalui berita ini saya juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Saya berharap apa yang saya lakukan bisa dimaafkan dan diberikan kesempatan untuk melakukan tugas saya dengan lebih profesional lagi,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

News Feed