Minut – Sejumlah warga yang melakukan pengurusan perpanjangan pajak kendaraan roda empat dan dua di Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Dinas Samsat Minahasa Utara mengerutu.
Pasalnya, menurut mereka ada beberapa oknum pegawai samsat yang berhati serakah dan tak mau mengikuti aturan.
“Kita pe oto pe pajak belum lewat tahun 2014, dorang yang urus musti ada uang pelicin kalau tidak dikenakan denda,”ucap beberapa warga yang mengurus pajak saat ditemui dikantor UPTD Samsat baru-baru ini.
Bukan cuma itu saja,pajak mobil dan motor yang sudah lewat seminggu, dendanya bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
“Perlu ada penyegaran pegawai UPTD yang da di Minut sebab aturanpun mereka langkahi,”koar mereka.
Ketua DPP Lembaga Anti Korupsi Pemerhati dan Penbangunan Nasional” (LAK-P2N) Sulawesi Utara Ketua (LAK-P2N) Minahasa Utara,Rukminto Rachman, meminta agar pungutan liar di UPTD Minut segera di hapuskan karena sangat merugikan masyarakat.
“Urusan pajak banyak mafianya dan perlu diberantas,”tegasnya.
Kepala UPTD Samsat Minut Ester Waworuntu melalui Kepala Seksi Penetapan Ivone Watania SH ketika ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjnya mengatakan tercatat masih ada 4 ribu lebih kendaraan roda dua dan empat belum membayar pajak.
“Dari target pajak sebesar Rp 56 Miliar, capaianya sudah diatas 90 persen yaitu Rp 53 Miliar. Dan masih ada selisih Rp 3 Miliar yang belum dicapai,”ujarnya.
Lebih jauh Watania mengatakan,, berdasarkan data Samsat Minut ada sekitar ribuan pemilik ranmor yang menunggak pajak. Disebabkan karena kelalaian wajib pajak dan disayangkan ada masyarakat ternyata belum memahami dengan benar manfaat membayar pajak ranmor.
“Kurang lebih saat ini terdapat 4. Ribuan penunggak pajak ranmor yang belum bayar dan motor pling besar padahal Masyarakat sudah memanfaatkan fasilitas publik yang dibangun menggunakan setoran pajak,”tuturnya.
Lebih jauh dia mengatakan pihaknya akan terus mengingatkan para wajib pajak bahkan sosialisasi sudah sampai di setiap kelurahan dan desa dengan tujuan menyampaikan untuk taat membayar pajak.
“Batas pelayanan tunggakan pajak sampai akhir tahun, jadi semua tunggakan harus dilunasi,”pungkasnya.
Ruddy Luntungan, satu di antara warga Minut berharap agar pelayanan di Samsat tidak terlalu ribet dan panjang menunggu. Selain itu, pajak yang dibayarkan memang benar-benar masuk ke rekening negara bukan singgah di saku orang yang tidak bertanggungjawab.
“Saya menginginkan pelayanan cepat, tepat dan transparan di samsat agar masyarakat diberikan pemahaman dan pengertian terhadap pentingnya membayar pajak,” ujarnya. (eca gops)
























