Warga Kalawiran Kakas Nyaris Tewas Dengan Tujuh Luka Tikaman

Minahasa – Johanis Tumuyu (26), warga Desa Kalawiran, Jaga III, Kecamatan Kakas Barat, Minggu (26/10), sekitar pukul 2.30 WITA, ditikam orang tak dikenal di Desa Wasian, Kecamatan Kakas Barat. Korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit akibat tujuh luka tikaman yang dialami dibagian perut dan belakang.

Dari informasi yang diterima Cybersulutnews.co.id, kejadian penikaman itu terjadi ketika korban dan beberapa rekannya dari Desa Kalawiran menghadiri acara perkawinan di Desa Wasian, ketika korban keluar halaman, tanpa disadarinya ia langsung diserang oleh orang yang tidak dikenalinya. Tujuh tikaman pun bersarang di tubuh korban.

“Saat ditemukan korban sudah terkapar di perempatan jalan samping acara dengan berlumuran darah disekujur tubuhnya. Padahal sebelumnya korban mengatakan untuk buang air kecil,” kata salah satu saksi yang enggan namanya dipublikasi.

Dikatakannya, sebelum kejadian korban tampak bertengkar dengan beberapa orang dari Desa Pahaleten.

“Kami melihat korban adu mulut dengan pemuda asal Desa Pahaleten. Namun kami tidak menanggapi pertengkaran mereka, karena kami tau hanya pertengkaran biasa,” ungkapnya.
Mereka kaget ketika menemukan korban yang sudah tidak berdaya dengan darah disekujur tubuhnya. Mereka pun menduga kalau pelaku penikaman terhadap korban adalah pemuda dari Desa Sahaleten yang sempat adu mulut dengan korban.

“Jangan-jangan pelakunya adalah pemuda Desa Paslaten. Memang kami tidak melihat penikaman itu, tapi peristiwa penikaman itu terjadi setelah korban adu mulut dengan pemuda Desa Pahaleten,” tuturnya.

Kapolsek Kakas, AKP Hilman Rohendi ketika dikonfirmasi Cybersulutnews.co.id, Minggu malam membenarkan adanya penikaman itu. Ia pun mengatakan masih sementara melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus penikaman yang terjadi kepada Johanis Tumuyu.

“Ya laporannya sudah kami terimah. Yang melaporkan kasus ini adalah Greas Mokoagow, saudara korban, untuk kasus ini sendiri masih sementara dalam pengembangan,” kata Hilman melalui telepon selulernya.

Untuk dugaan bahwa pelaku adalah pemuda Desa Pahaleten, Hilman mengatakan masih mendalami kasus itu.
“Kita masih mencari keterangan dari saksi-saksi. Kami sudah menurunkan tim untuk menyelidiki penikaman itu dan semoga pelakunya cepat diketahui,” tuturnya. (jenglen manolong)

Tinggalkan Balasan